Random post

Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts

Sunday, March 12, 2017

√ Pengertian Dan Jenis-Jenis Media Pembelajaran

1.       Pengertian Media Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa faktor yang sangat berperan dalam keberhasilan pembelajaran. Faktor-faktor tersebut ialah : (1) faktor guru, (2) faktor siswa, (3) faktor sarana dan fasilitas, dan (4) faktor lingkungan. Dalam faktor sarana dan akomodasi termasuk didalamnya media  yang berfungsi sebagai alat untuk membantu kemudahan berguru bagi siswa dalam pembelajaran.
“Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti `tengah`, `perantara`, atau `pengantar`. Dalam bahasa Arab, media ialah mediator (wasaa`il) atau pengantar pesan dari pengirim kepada akseptor pesan” (Azhar Arsyad, 2005:3).  Gerlach dan Ely (dalam Azhar Arsyad, 2005:3) menyampaikan bahwa, “Media apabila dipahami secara garis besar ialah manusia, materi, atau insiden yang membangun kondisi yang menciptakan siswa bisa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap”.
Pemerolehan pengetahuan, keterampilan, sikap dan sikap sanggup terjadi alasannya ialah interaksi antara pengalaman gres dengan pengalaman sebelumnya. Menurut Bruner (dalam Azhar Arsyad, 2005:7) “ Ada tiga tingkatan utama proses belajar, yaitu pengalaman eksklusif (enactive), pengalaman pictorial/gambar (iconic), dan pengalaman abnormal (symbolic)”.
 Dengan demikian media pembelajaran sanggup diartikan sebagai alat bantu guru dalam pembelajaran serta sarana pembawa pesan dari sumber berguru ke akseptor pesan (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media pembelajaran dalam hal-hal tertentu sanggup mewakili guru menyajikan informasi berguru kepada siswa. Jika media pembelajaran didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan sanggup diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.

2.      Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran ialah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga acara pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan efisien. Secara lebih khusus manfaat media pembelajaran  sanggup dijelaskan sebagai berikut :
a.       Media sanggup memperjelas penyajian pesan supaya tidak terlalu verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau verbal belaka)
b.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera
c.       Penggunaan media secara sempurna dan bervariasi sanggup mengatasi sikap pasif anak didik
d.      Menimbulkan kegairahan berguru
e.       Interaksi eksklusif antara anak didik dengan lingkungannya

3.      Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Media pembelajaran aneka macam jenis dan macamnya. Mulai dari yang paling sederhana dan murah sampai media yang berteknologi tinggi dan mahal harganya. Ada media yang dibentuk sendiri oleh guru dan ada pula media yang diproduksi oleh pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan dan sanggup dimanfaatkan langsung, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran.
Menurut Seel dan Glasgow (dalam Azhar Arsyad, 2005:33) media dibagi ke dalam dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir dengan perincian sebagai berikut:
1.      Pilihan Media Tradisional yang terdiri dari :
a.         Visual membisu yang diproyeksikan (proyeksi opaque /tak tembus pandang, proyeksi overhea, slide, filmstrip)
b.         Visual yang tak diproyeksiskan (gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan-bulu)
c.         Audio (rekaman piringan, pita kaset, reel, cartridge)
d.         Penyajian Multimedia (slide plus suara, multi – image)
e.         Visual dinamis yang diproyeksikan ( film, televisi, video)
f.          Cetak (buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, lembaran lepas/hand-out)
g.         Permainan (teka-teki, simulasi, permainan papan)
h.         Realia (model, specimen, manipulatif)
2.      Pilihan Media Teknologi Mutakhir
a.       Media berbasis telekomunikasi (telekonfren, kuliah jarak jauh)

b.      Media berbasis mikroprosesor (Computer-assisted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen, interaktif, hypermedia, compact (video) disc)

Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com

Thursday, March 9, 2017

√ Informasi Kembali Ke Kurikulum 2006 Yakni Tidak Benar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) membantah kabar yang menyatakan bahwa mulai tahun 2016 semua sekolah diwajibkan untuk kembali memakai Kurikulum KTSP 2006. Pemberitahuan mengenai kembali ke kurikulum 2006 banyak disiarkan oleh media daring (online) dan media umum sehingga menjadikan kebingungan di kalangan praktisi pendidikan.

“Ini tindakan sangat tidak terpuji, manipulasi informasi, sedang dipertimbangkan untuk menempuh tindakan hukum,” ujarnya, di Jakarta, Senin malam (14/12/2015).

Sebagai informasi, ada beberapa situs dan akun media umum Facebook yang gencar menghembuskan isu mengenai penerapan Kurikulum 2006 dengan  judul “Pemberitaan Semua Sekolah Wajib Kembali ke Kurikulum 2006, Mulai Semester Genap Tahun 2015". Pemberitaan tidak benar itu telah pernah diunggah pada awal Desember 2014, kemudian diunggah kembali pertengahan Desember 2015 sehingga mengesankan sebagai gosip Baru mengenai kebijakan gres Kemendikbud.

Mendikbud menegaskan bahwa tidak ada niat untuk kembali ke kurikulum 2006. Mengenai penggunaan dua kurikulum yang selama ini berjalan ialah semata proses transisi menunggu proses penyempurnaa kurikulum 2013, sehingga nantinya semua sekolah akan memakai kurikulum yang sama. Perlu juga diketahui bahwa ketika ini sebagian besar sekolah di tingkatan SD hingga SLTA memakai Kurikulum 2006, hanya sebagian kecil saja sekolah yang memakai kurikulum 2013. 

Sebagaimana diketahui bahwa mulai tahun pedoman 2014/2015 Mendikbud  mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 160 Tahun 2014 perihal Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 yaitu, bagi sekolah yang gres melakukan kurikulum 2013 satu semester maka sekolah tersebut pada semester genap tahun pedoman 2014/2015 kembali ke kurikulum 2016. Sedangkan sekolah yang telah melakukan kurikulum 2013 selama 3 semester maka dipersilahkan untuk tetap melakukan kurikulum 2013 di sekolahnya. Batas waktu penggunaan kurikulum tahun 2006 ialah paling usang hingga dengan tahun pelajaran 2019/2020.


Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4928

Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com

Wednesday, March 8, 2017

√ Potret Pendidikan Di Indonesia

Dunia Pendidikan Indonesia hingga dikala ini dipandang belum bisa menghasilkan output yang berkualitas dan bisa bersaing dengan hasil pendidikan di negara-negara maju. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Organisasi kerjasama dan pembangunan Eropa OECD yang diambil menurut hasil tes di 76 negara yang menempatkan Indonesia ada di peringkat 69 . Sementara itu peringkat 1-10 diduduki oleh 1) Singapura, 2) Hongkong, 3) Korea Selatan, 4) Jepang, 5) Taiwan, 6)Finlandia, 7) Estonia, 8) Swiss, 9) Belanda , 100 Kanada.

Banyak faktor yang menimbulkan kualitas dunia pendidikan Indonesia yang rendah. Salah satunya yaitu struktur kurikulum di Indonesia yang terlalu berat dengan begitu banyak mata pelajaran sehingga beban siswa untuk mempelajari semua pelajaran sangat tinggi. Belum lagi faktor guru juga sarana dan prasarana yang belum memadai. Lihatlah di pelosok pedesaan terdapat banyak sekolah yang buruk dan hanya terdapat 2 atau tiga guru saja yang mengajar.

Tulisan saudari Nazwa Safira di Facebook ihwal pendidikan di Indonesia barangkali bisa membuka mata kita mengapa dunia pendidikan kita begitu ketinggalan. Sebagai seorang pendidik, saya merasa apa yang dipaparkan saudara Nazwa Zafira ada benarnya. Kita tentu tak bisa mengubah kondisi tersebut lantaran urusan mata pelajaran yaitu kebijakan nasional, tapi setidaknya goresan pena tersebut bisa menjadi materi renungan kita semua.

Inilah goresan pena Nazwa Zafira selengkapnya:

Belajar di Sekolah Menengan Atas di Indonesia, setahun libur cuma 7 ahad gak lebih.. Masuk jam 06.30 keluar jam 15.00. Mata pelajaran kurang lebih 16 untuk umum, 27 untuk pesantren. Ujian mulu sampe ujian akhir aja 4 kali. Apalagi ditambah pr-pr dan kiprah yang seringkali bikin kita rasanya mau mati.
Nah, pas lulus, sujud syukur bgt deh bisa masuk ptn (just ptn, bukan UI ITB aja udh seneng bgt) gak kebayang masuk univ fovorit dunia kyk Harvard, Cambridge, MIT, London, Free Berlin, atau University of Tokyo.. Jangankan itu, masuk NUS Singapore atau Nanyang atau Universiti Malaysia aja niscaya frustasi duluan deh. Itupun dapetin ptn susahnya minta ampun, mesti les sana sini dgn biaya jutaan, berguru mati-matian pergi pagi pulang malem udah kayak Bang Toyib (mending Bang Toyib pulang-pulang bawa duit). Sabtu pun belajar, ahad ngerjain PR. Sampe-sampe gak sadar mereka itu insan atau robot.
Pas kerja, interview sana-sini gak dapet-dapet bahkan untuk beberapa lulusan UI, ITB, UGM, dan ptn-ptn lainnya. Sedangkan jikalau orang bule yang ngelamar eksklusif cus deh. Mereka dengan mudahnya nempatin posisi2 teratas spt CEO, Kadiv, dll. Sementara kita, jadi manager atau supervisor aja udah syukur-syukur deh.. walau ada beberapa yang bakal jadi petinggi juga.
Pas baca koran dan browsing di internet, ternyata kita sadar yang punya perusahaan-perusahaan multinasional itu bukan orang Indonesia. Orang Indonesia paling-paling cuma jadi Direktur Regional Indonesia atau mujur-mujur kepingan ASEAN. Gak jarang juga yang menduduki jabatan itu malah orang asing. Atau lebih mujur lagi yang diriin sendiri perusahaannya, tapi yang menyerupai ini paling juga sukses di Indonesia doang..
Pasti iri dong sama orang-orang ajaib dari Amrik, Jerman, Inggris, Jepang, Korea, dll..
Kok mereka bisa sukses sih? Kok bisa jadi adidaya? Padahal bawah umur Indonesia sering bulak-balik bawa medali olimpiade sains internasional. Padahal... (baca paragraf pertama sebagai perbandingan) saya punya temen dari Amerika, kini sudah jadi eksekutif perusahaan multinasional terkenal. Katanya..
Di Sekolah Menengan Atas ia dan SMA-SMA lainnya di Amrik, banyak liburnya.. setahun kurang lebih 5bulan.
Di Sekolah Menengan Atas ia dan SMA-SMA lainnya di Amrik, masuk jam 08.30 keluar jam 15.50.
Di Sekolah Menengan Atas ia dan SMA-SMA lainnya di Amrik, mapel hanya ada 7
Di Sekolah Menengan Atas ia dan SMA-SMA lainnya di Amrik, ujian akhir setahun cuma sekali. Gak pernah dia dapet ulangan tengah semester atau ulangan semester.
Kok bisa sih mereka semua jadi pemimpin-pemimpin dunia? Padahal di Indonesia, berguru sudah paling lama, mata pelajaran sudah paling lengkap, PR dan tugasnya sudah paling meribetkan, dan ujian sudah paling sering, Les pun sudah paling rajin.
Jawabannya ada pada sistem pendidikan dan diri kita sendiri.
Dulu dikala Taman Kanak-kanak dan SD kita semua lancar menjawab dikala ditanya apa impian kita. Tapi sekarang? Pasti kita jumpai berbagai remaja-remaja yang justru resah akan impian mereka bahkan tidak jarang bagi mereka yang cerdik juga bingun atau ragu dengan impian mereka. Apa sebabnya? Bisa jadi lantaran sistem pendidikan kita yang salah. Sistem kita menuntut kita untuk mempelajari semuanya namun tidak mendalami satu pun. Inilah yang menciptakan mereka yang mengejar nilai resah akan cita-citanya lantaran sudah dibuat semenjak awal tidak memiliki tujuan, sudah dibuat tidak mendalami apa yang mereka cita-citakan.
Apa yg mereka dapatkan dari sekolah yaitu sukses hanya dengan sebuah kertas ujian and just reading your book to be success. Padahal jikalau sudah kerja, biar sukses harus melaksanakan hal-hal kompleks spt kemampua berkomunikasi, kemampuan membentuk ide, dll.
Apa yg mereka dapatkan dari sekolah yaitu materi yang akan mereka lupakan lantaran tidak terpakai dikala mereka bekerja. Apakah seorang atlet sepakbola yg sukses perlu mempelajari strukur sel basil utk menjadi sukses? Apakah seorang dokter andal bedah yg sukses perlu berguru menghitung percepatan setripetal semoga menjadi sukses? Justru sebaliknya, mereka yang ingin sukses sebagai arsitek seharusnya lebih mendalami ilmu fisika dan bangunan, bukannya malah mendalami lantaran revolusi Prancis, dll. Lah ini kok kita ingin bangkit rumah kok dikasihnya malah pensil, penghapus, rautan atau istilahnya kita mau ngapain kok gadapet apa yg kita butuhkan malah dapetnya hal yang gadibutuhi. Ya niscaya dubuang.
Back to the topic, sobat saya bilang yang membedakan Sekolah Menengan Atas di Amrik dan di Indonesia yaitu semenjak SMP, siswa/i di Amerika disuruh menentukan keputusannya sendiri. Dengan sistem moving class, istilahnya kita boleh menentukan ingin masuk ke kelas Fisika atau Biologi pada jam ini. Atau ingin masuk ke kelas Sejarah atau Matematika pada jam selanjutnya. Kaprikornus diadaptasi dengan minat talenta kita mau itu kita hanya masuker ke kelas Sejarah 1x pertemuan seminggu atau 3x atau lebih itu tergantung keputusan kita. Kaprikornus apabila ingin jadi dokter yg sukses ya kita bisa ambil kelas biologi lebih sering dari kelas mata pelajaran lainnya. Sehingga, semenjak Sekolah Menengah Pertama orang Amrik sudah terfokus pada bidang yang mereka inginkan untuk kerja di dalamnya. Dan dikala kerja mereka sudah punya persiapan semenjak kecil.
Maka dari itu ayo benahi sistem pendidikan kita dan mulailah fokus terhadap apa yang dicita-citakan mulai dari kini jikalau kita semua mau Indonesia merdeka secara ekonomi!

Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com

Tuesday, March 7, 2017

√ Kisi-Kisi Ujian Sekolah Dasar / Madrasah Tahun 2016

Pelaksanaan Ujian Sekolah Untuk tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan SDLB telah ditetapkan melalui Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 045/H/HK/2015. Disana tercantum Jadwal pelaksanaan Ujian Sekolah/madrasah dan SDLB ialah tanggal 16 s/d 18 Mei 2016. Sedangkan Jadwal Ujian susulan tanggal 23 s/d 25 Mei 2016.

Selain telah ditetapkannya waktu Ujian Sekolah/madrasah, juga telah ditetapkan kisi-kisi Ujian Sekolah/madrasah yang tercantum dalam lampiran Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 045/H/HK/2015.

Ujian sekolah/Madrasah memang tidak menjadi penentu dalam kelulusan siswa kelas 6 SD. Namun alangkah baiknya siswa mempersiapkan diri dengan baik supaya memperoleh nilai yang baik alasannya ialah Nilai Ujian Sekolah menjadi materi pertimbangan bagi SLTP dalam penerimaan siswa baru. Makin tinggi nilai ujian sekolah, kesempatan diterima di SLTP pilihan semakin besar. Nilai Ujian Sekolah juga merupakan komponen yang kuat dalam memilih nilai yang tercantum dalam ijazah atau STTB .

Hadapi Ujian Sekolah  sebaik mungkin dengan mempelajarai materi yang telah diajarkan di sekolah dasar terutama pelajaran kelas 4 s/d kelas 6. Supaya fokus dan tidak melebar kemana-mana, pelajari materi ujian dengan berpedoman kepada kisi-kisi yang telah dibentuk oleh Kemendikbud.

Bagi yang membutuhkan kisi-kisi Ujian Sekolah/madrasah tahun 2016 sanggup mend0wnl0adnya di sini : Kisi-Kisi Ujian Sekolah SD/MI


Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com

Saturday, March 4, 2017

√ Perlukah Kita Gembira Dengan Kecerdasan Anak?

Setiap orang renta niscaya berharap punya bawah umur yang pintar.

Anak yang berakal menjadi pujian orangtua

Anak berakal diasumsikan dengan masa depan yang cerah

Praktis masuk ke sekolah favorit

Praktis mencari kerja

dan kemudahan-kemudahan lainnya.

Benarkah demikian?
Belum tentu juga begitu.

Kecerdasan yaitu anugrah dari Sang Maha Pencipta. Memiliki anak cerdas memang jadi dambaan hampir semua orangtua. Namun sayangnya tidak banyak anak yang diberi anugrah itu. Nah, bagaimana jikalau ternyata anak kita yaitu anak yang biasa-biasa saja di sekolah? Apakah harus khawatir dengan masa depannya?

Untuk menjawabnya, ikuti dongeng sahabat saya di bawah ini.

Teman saya yaitu anak yang dikarunia kecerdasan itu. Meskipun tidak termasuk jenius, tapi kecerdasan sahabat saya berada di atas rata-rata. Ketika sekolah di SD, Ia tak pernah menerima ranking di bawah 3. Kalau tidak 1 ya 2 dan seringnya ranking 2 alasannya yaitu ranking satunya temannya yang perempuan.

Di Sekolah Menengah Pertama juga begitu, ranking sahabat saya berkisar di angka 1, 2 atau 3. Di SLTA  peringkat Dia juga masih bagus. Pokoknya dari semenjak SD hingga SLTA peringkat Dia disekolah selalu masuk 3 besar.

Selepas SLTA Dia melanjutkan kuliah. Dia kuliah di satu universitas keguruan di Kota B. Hanya sayang, kuliahnya tidak tamat. Ia DO di semester 3 jikalau tidak salah.

Selepas keluar kuliah, Ia ikut dengan orangtuanya  bekerja serabutan di kampung. Ia yaitu orang yang cerdas namun mempunyai kekurangan, yaitu kurang percaya diri. Ketika teman-teman lain pergi merantau ke kota, Ia tetap di kampung mengikuti orangtua. 

Kembali lagi ke tema di atas wacana kecerdasan. Ternyata kecerdasan bukanlah satu-satunya tiket untuk meraih keberhasilan. Ada banyak faktor lain yang berpengaruh. Teman-teman seangkatan sahabat saya, baik di SD, Sekolah Menengah Pertama maupun SLTA yang prestasi di kelasnya biasa-biasa saja, kini banyak yang kehidupannya lebih dari Dia. Ada yang menjadi pengusaha, anggota dewan, administrator perusahaan dan lain-lain.

Kesimpulannya, kecerdasan bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. 

Bila anak kita kurang cerdas jangan memaksakan diri agar anak cerdas dengan cara memaksa anak berguru di luar kemampuannya.

Carilah sisi kelebihan anak dan kembangkan kelebihan itu.

Sistem pendidikan kini tidak lagi memandang anak dari sisi kecerdasannya. Sudah tidak ada lagi sistem peringkat kelas di dalam Rapor anak, meskipun kadangkala guru melakukannya  demi memenuhi cita-cita orangtua yang masih terobsesi oleh rangking anaknya.



Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com

Monday, February 20, 2017

√ Apa Itu Sekolah Model Spmi ?

Pada tahun 2016 ini Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di  seluruh Indonesia menggulirkan satu aktivitas bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Program ini dilaksanakan dengan menentukan beberapa sekolah tingkat SD, SLTP dan SLTA di seluruh Indonesia untuk menjadi sekolah model bagi pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal (SPMI)

Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia, model artinya pola (contoh, acuan, ragam dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibentuk atau dihasilkan. Kaprikornus secara sederhana, model sanggup dimaknai sebagi contoh atau acuan. Sedangkan SPMI merupakan kepanjangan dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal . Sistem penjaminan mutu internal ialah system penjaminan mutu yang dilaksanakan secara berdikari oleh pihak sekolah. Berdasarkan hal tersebut di atas, sekolah model SPMI sanggup diartikan sebagai sekolah yang menjadi contoh atau contoh dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal.

Definisi sekolah model berdasarkan Buku Juknis Dikdasmen, ialah sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh LPMP untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri; menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri  serta mempunyai tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya.

Sekolah model dipilih dari sekolah yang belum memenuhi SNP untuk dibina oleh LPMP semoga sanggup menerapkan penjaminan mutu pendidikan di sekolah mereka sebagai upaya untuk memenuhi SNP. Pembinaan oleh LPMP dilakukan hingga sekolah telah bisa melakukan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model dijadikan sebagai sekolah percontoan bagi sekolah lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model mempunyai tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya, sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas.

Kriteria Sekolah Model
  1. Sekolah belum memenuhi SNP
  2. Seluruh komponen sekolah bersedia dan berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan pengembangan sekolah model.
  3. Adanya proteksi dari pemerintah daerah.
     Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah harus dilakukan oleh seluruh anggota sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan staf sekolah sesuai tugasnya masing-masing. Ada lima tahapan siklus  yang harus dilaksanakan yaitu:
  1. Tahap pertama ialah memetakan mutu sekolah dengan berpedoman pada EDS
  2. Tahap kedua ialah menciptakan perencanaan peningkatan mutu sekolah
  3. Tahap ketiga ialah pelaksanaan aktivitas penjaminan mutu sekolah
  4. Tahap Ke empat adalalah  monitoring dan evaluasi
  5. Tahap kelima  strategi peningkatan mutu sekolah
     Dalam pelaksanaannya, LPMP akan memperlihatkan pendampingan kepada calon sekolah model yang telah dipilih hingga sekolah tersebut bisa melakukan siklus pemenuhan mutu pendidikan internal secara mandiri. Adapaun aktivitas pendampingan yang dilaksanakan LPMP pada tahun 2016 terbagi kepada beberapa tahap antara lain:
  1. Bimtek  Sekolah Model, di tiap kabupaten/kota yang terpilih menjadi pilot projek SPMI
  2. Pendampingan Tahap 1, di sekolah model
  3. Pendampingan Tahap 2, di sekolah model
  4. Workshop Penyusunan Potret Sekolah, di LPMP Propinsi
  5. Ekspose Sekolah Model, di kabupaten dilanjutkan di tingkat pusat.
     Puncak dari pendampingan aktivitas sekolah ini ialah ekspose/pameran yang dilaksanakan di tingkat kabupaten dan dilanjutkan di tingkat pusat. Materi yang ditampilkan di ekspose sekolah model adalah; 1) Potret / Profil Sekolah Model, 2) Odner (map) yang berisikan dokumentasi kegiatan sekolah dalam pelaksanaan 5 siklus SPMI mencakup dokumen tertulis dan foto-foto kegiatan, 3) Foto-foto kegiatan pelaksanaan SPMI di sekolah, 4) Slide show kegiatan SPMI, 5) Baner, Pamplet, Newsletter, dll.
     Program sekolah model ini tidak hanya dilaksanakan di tahun 2016.Pada tahun 2017 LPMP akan melakukan aktivitas ini dengan lebih banyak lagi sekolah baik tingkat SD, SLTP maupun SLTA.

Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com

Wednesday, February 8, 2017

√ Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal Di Sekolah Model

Tulisan ini ialah pengalaman sekolah kami dalam melakukan jadwal Sekolah Model yang dikembangkan LPMP  dalam sistem penjaminan mutu internal (SPMI) tahun 2016. Sistem ini diatur dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan No 28 tahun 2016 wacana Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah dan dijelaskan pada Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah model dibimbing secara tekhnis oleh LPMP untuk melakukan penjaminan mutu secara internal  dan selanjutnya di tahun ke 2 Sekolah model harus mengimbaskan pelaksanaan SPMI ke 5 sekolah imbas di sekitarnya.

Apa saja yang harus dilakukan sekolah model dalam pelaksanaan SPMI di tahun pertama ini? 

Tugas utama sekolah model SPMI tahun pertama ialah melakukan siklus penjaminan mutu dimulai dari pemetaan mutu pendidikan, perencanaan pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, audit mutu dan perencanaan taktik peningkatan mutu sekolah. 

a. Pemetaan Mutu pendidikan

Pada siklus ini beberapa acara yang harus dilaksanakan oleh TPMPS adalah: 1) Pengisian Instrumen EDS, 2) Pengolahan hasil EDS sehinngga menjadi skala nilai , 3) Menganalisis nilai raport EDS  dengan memakai format pemetaan mutu. 

Ada banyak instrumen eds yang sanggup digunakan, dan LPMP sendiri tidak memilih instrumen yang harus digunakan, tergantung kebijakan sekolah masing-masing. Namun berdasarkan saya, menimbang dan memperhatikan kesesuaian antara indikator dalam EDS dan indikator dalam format pemetaan mutu, maka saya merekomendasikan untuk memakai EDS yang dikeluarkan oleh LPMP yang pengisiannya secara online di alamat http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id/ .Dengan memakai EDS PMP, kita tidak perlu mengolah instrumen EDS menjadi angka atau nilai alasannya ialah sistem di situs PMP Dikdasmen akan otomatis mengkonversi pengisian kuisioner menjadi nilai raport sekolah. Nilai raport itu sanggup kita unduh di alamat di atas dengan login memakai userid dan password dapodik. Selanjutnya nilai raport itu kita masukan ke dalam format untuk keperluan pemetaan mutu sekolah. 


Contoh format pemetaan mutu yang dipakai tahun 2016 sanggup dilihat di bawah.

Hasil final dari pemetaan mutu sekolah ialah rekomendasi terhadap indikator yang belum memenuhi SNP (indikator yang belum memenuhi SNP digambarkan dengan nilai raport kurang dari 6,68) atau belum mencapai bintang 5)

b. Perencanaan Pemenuhan Mutu

Siklus pemetaan mutu menghasilkan rekomendasi yang harus dilaksanakan sekolah supaya indikator tersebut memenuhi SNP. Rekomendasi tersebut selanjutnya dipindahkan ke Format penyusunan planning pemenuhan Mutu.

Contoh format penyusunan planning pemenuhan
Penyusunan planning pemenuhan mutu menghasilkan planning acara yang akan dilaksanakan beserta biaya dan waktu pelaksanaan. Selanjutnya jadwal acara yang direncanakan tersebut harus masuk ke dalam RKAS sekolah sehingga pembiayaannya tercover oleh BOS.

Setelah semua rekomendasi telah direncakan pemenuhannya, selanjutnya TIM SPMI harus menciptakan tawaran planning acara yang harus diajukan kepada kepala sekolah. Proposal acara merupakan pola dalam pelaksanaan acara pemenuhan SNP. Sementara itu, tim audit juga harus menciptakan instrumen audit sesuai tawaran yang dibentuk tim pengembang.

c. Pemenuhan Mutu Pendidikan

Pada siklus ini, semua planning acara yang telah disusun dan disetujui kepala sekolah harus dilaksanakan. Pelaksanaan acara tentu tidak bersamaan, tergantung jadwal yang telah dibuat. Kegiatan pemenuhan mutu pendidikan sanggup berupa workshop, KKG. KKKS, lokakarya, Seminar, IHT dan lain-lain.

d. Monitoring dan evaluasi

Tim monev bertugas untuk memonitoring dan mengevaluasi acara pemenuhan mutu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan laporan kegiatan. Selanjutnya tim audit menawarkan saran dan rekomndasi untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pemenuhan mutu.

Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com