Random post

Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Saturday, June 16, 2018

√ Tesis Tingkat Kelelahan: Tingkat Kelelahan Pada Operator Produksi Powder

Judul Tesis: Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan pada Operator Produksi Powder PT. X Tahun 2012


A. Latar Belakang


Pekerja yang sehat dan produktif ialah faktor penentu yang utama guna pertumbuhan sosial dan ekonomi yang berkesinambungan baik bagi perusahaan, tingkat lokal, nasional maupun global. Produktivitas akan menurun bila karyawan tidak sehat, baik sehat secara jasmani, rohani maupun sosial.


Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 perihal Kesehatan menyatakan salah satu aktivitas pokok dari Pembangunan Kesehatan ialah Kesehatan Kerja. Pengertian Kesehatan Kerja disini ialah suatu upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja supaya setiap pekerja sanggup bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekililingnya dan supaya diperoleh produktivitas yang optimal.


Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan pada Operator Produksi Powder PT √ Tesis Tingkat Kelelahan: Tingkat Kelelahan pada Operator Produksi Powder

Kata kelelahan memperlihatkan keadaan yang berbeda-beda, tetapi semuanya berakibat kepada pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. b. Menurut A.M. Sugeng Budiono, dkk.(2000) Kelelahan (fatigue) merupakan suatu perasaan yang bersifat subyektif.Istilah kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melaksanakan suatu kegiatan. c. Menurut Eko Nurmianto (2003) Kelelahan kerja akan menurunkan kinerja dan menambah tingkat kesalahan kerja. Meningkatnya kesalahan kerja akan memperlihatkan peluang terjadinya kecelakaan kerja dalam industri. Pembebanan otot secara statispun (static muscular loading) bila dipertahankan dalam waktu yang cukup usang akan menjadikan RSI (Repetition Strain Injuries), yaitu nyeri otot, tulang, tendon, dan lain-lain yang diakibatkan oleh jenis pekerjaan yang bersifat berulang (repetitive).


B. Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin mengetahui seberapa jauh tingkat kelelahan pada operator produksi Powder di PT. X, dan mengetahui apakah ada relasi antara faktor kebisingan, pencahayaan dan beban kerja (denyut jantung) terhadap tingkat kelelahan tersebut.


C. Tinjauan Pustaka


Pengertian Kelelahan


Lala dan Craig (2001) memberikan bahwa secara umum kelelahan merupakan perasaan kelelahan dan kewaspadaan berkurang yang bekerjasama dengan kantuk, sehingga kuat terhadap kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan tugas. Johns (2000) mendefiniskan kelelahan sebagai perubahan kemampuan jawaban bekerja melebihi waktu (Johns, 2000). Sedangkan Caldwell (2003, p15) mendefinisikan kelelahan sebagai keadaan lelah yang bekerjasama dengan jam kerja yang panjang, jangka waktu yang usang tanpa tidur, atau persyaratan untuk bekerja pada waktu yang “tidak selaras” dengan irama biologis badan atau sirkadian.



Kebisingan


Kebisingan merupakan bunyi yang didengar sebagai rangsanganrangsangan pada indera pendengaran oleh getaran-getaran melalui media elastis, dimana bunyi ini tidak dikehendaki. Frekuensi dan intensitas merupakan dua parameter yang mempengaruhi kualitas bunyi. Frekuensi bunyi dinyatakan dalam satuan Herts (Hz), dimana insan sanggup mendengar bunyi dengan frekuensi antara 20 – 20.000 Hz, dan pendengaran terbaik pada frekuensi 1 – 5 kHz, sedangkan intensitas bunyi dinyatakan dalam satuan decibels (dBA). Selain kedua faktor tersebut, waktu juga merupakan faktor yang harus diperhitungkan dalam kebisingan terkait dengan lamanya waktu pajanan kebisingan (Wald and Stave, 2002). Grandjean (1997) menjelaskan definisi kebisingan secara mudah ialah bunyi yang tidak diinginkan, tidak disenangi dan mengganggu.



Pencahayaan


Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Estimasi 80% informasi dilakukan melalui penerimaan visual. Visualisasi yang baik sangat penting dalam mencapai produksi, mengurangi produk gagal, mengurangi limbah/sisa dan mencegah kelelahan visual dan sakit kepala pada pekerja. Pencahayaan yang kurang dan silau sanggup mengakibatkan terjadinya kecelakaan (Kanawaty, 1992).


D. Metode Penelitian


Penelitian yang dilakukan ialah penelitian analitik dengan cara pendekatan cross sectional.


Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan variable dari bersifat kualitatif dan kuantitatif.


Penelitian ini dilakukan PT. X terutama pada operator di cuilan produksi Powder. Pengambilan data primer maupun sekunder dilakukan di bulan Mei – Juli 2012.


Populasi penelitian ini ialah operator di cuilan produksi Powder PT. X sebanyak 42 orang.


Pengumpulan Data memakai data primer dan data sekunder.


E. Kesimpulan



  1. Hasil penelitian terhadap 42 responden operator produksi Powder PT X memperlihatkan bahwa 35 responden (83,3%) mengalami kelelahan dimana 29 responden (69%) kelelahan ringan dan 8 responden (14,3%) kelelahan menengah. Sebanyak 7 responden (16,7%) tidak mengalami kelelahan, dan tidak ada responden yang mengalami kelelahan berat

  2. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebanyak 47,6% responden bekerja di area yang bising, 71,4% bekerja di area dengan tingkat pencahayaan kurang, 35,7% bekerja di shift 1 dan shift 2 serta 28,6% di shift 3, dan 88,1% responden bekerja dengan beban ringan .

  3. Semua operator yang bekerja pada shift sore (shift 2) dan shift malam (shift 3) mengalami kelelahan (100%) sedangkan operator pada shift pagi (shift 1) sebanyak 53,3% mengalami kelelahan.


Contoh Tesis Tingkat Kelelahan



  1. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan pada Operator Produksi Powder PT. X Tahun 2012



Sumber https://idtesis.com

Tuesday, June 12, 2018

√ Paradigma Ekologi Gres Dalam Sosiologi Lingkungan Hidup


Ica WulansariMahasiswa S3 Sosiologi Universitas Padjadjaran, peneliti dan penulis lepas





Paradigma Ekologi gres berawal tahun 1970-an, ketika masih sedikit sosiolog yang mengatakan perhatian terhadap problem lingkungan hidup. William Catton dan Riley Dunlap melahirkan paradigmaNew Environmental Paradigm (NEP) dengan perhatian terhadap pemikiran hijau yang berawal dari keprihatinan terhadap tingginya paham antroposentris (berorientasi pada manusia) dibandingkan paham ekosentris (manusia tidak hanya menjadi satu spesies yang mendiami bumi). (Hannigan, 1995). Paradigma Lingkungan Hidup Baru ini muncul untuk menandingi disiplin studi yang didominasi pendekatan antroposentris yang dikenal dengan Human Exemptionalist Paradigm (HEP). Paradigma ini menyediakan pengamatan sosial untuk analisis fakta sosial (dengan menolak keterkaitan  studi lain ibarat psikologi, biologi dan fisik) dan kemudian disiplin yang dihadirkan mengabaikan kekerabatan yang menempel antara masyarakat dan lingkungan biofisiknya, terutama dampak sosial dalam sistem alam dan menghasilkan imbas ibarat perubahan ekologi dalam masyarakat (Catton & Dunlap, 1978; Dunlap & Brulle, 2015).





 ketika masih sedikit sosiolog yang mengatakan perhatian terhadap problem lingkungan hidup √ Paradigma Ekologi Baru Dalam Sosiologi Lingkungan Hidup
A Conceptual Diagram of a Socio Ecological System for Millennial Scale Sustainability




Dunlap dan Catton (1978) tidak setuju dengan HEP alasannya baginya perbedaan level baik simbolik maupun non simbolik dan jenis kognitif, behavioral dan psikologi menghipnotis interaksi yang berlangsung antara insan dan lingkungannya. NEP berupaya mendorong perihal mengenai bagaimana kualitas lingkungan hidup terkonstruksi secara sosial sebagai permasalahan sosial dengan melihat kekerabatan insan dan lingkungan hidup. Menurut Dunlap terdapat tiga orientasi nilai yang melatar belakangi NEP yaitu: nilai altruistik (terdiri dari kesetaraan, kedamaian, keadilan sosial, saling membantu); nilai egoistik (kekuatan sosial, kemakmuran, kewenangan, imbas dan ambisius); dan nilai biosferik (menghargai bumi, mencegah polusi, bersatu dengan alam dan melindungi lingkungan hidup). Maka, untuk melihat New Environmental Paradigm tidak sanggup dipisahkan dengan Human Ecology Studies yang melihat sistem sosial mempunyai keterkaitan dengan ekologi.





Ekologi Manusia





Dunlap dan Catton (1978) mengajukan NEP dengan mengedepankan dalil bahwa alam mempunyai keterbatasan, dalil tersebut ialah :





  1. manusia hanya satu spesies yang terdiri dari banyak spesies yang mempunyai ketergantungan dalam komunitas biotik yang membentuk kehidupan sosial;
  2. Keterkaitan yang rumit menimbulkan dampak dan memberi umpan balik pada jaringan alam yang memunculkan konsekuensi yang tidak diinginkan yang berbeda dengan agresi insan yang disengaja;
  3. Potensi keterbatasan fisik dan biologis menghambat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan fenomena kemasyarakatan lainnya. Lebih lanjut, Dunlap kemudian memberi definisi sosiologi lingkungan hidup ialah studi interaksi masyarakat dan lingkungan hidup yang memasukkan variabel lingkungan hidup dalam analisa sosiologi.




Lebih lanjut, perspektif ekologi Dunlap berfokus pada: pertama, perhatian bahwa paradigma ‘Exemptionalist (HEP)’ mendasari teori sosiologi tradisional dan diperbaharui dengan sebutan NEP; Kedua, perhatian mengenai upaya untuk memahami kesatuan POET (Population, Social-Organization, Environment dan Technology) sebagai permasalahan lingkungan hidup yang utama dan kompleks dan ketiga, memakai perspektif ‘realis’ untuk menganalisis masalah-masalah lingkungan hidup (Vaillancourt, 2010; Dunlap & Marshal, 2007).





Micklin dan Poston (1998) mengatakan terobosan mengenai ruang lingkup bidang kajian ekologi manusia. Terdapat empat bidang utama dalam komplek studi ekologi manusia  (Human-Ecological Complex) yang dikenal dengan Population, Social-Organization, Environment and Technology (POET).





Kemudian sistem ekologi insan menjadi analisa dalam studi sosiologi dengan pembagian sebagai berikut: people (mengenai tata kehidupan dan dinamika dalam konteks biologis); society (tata kehidupan dan dinamika insan dan alam yang terbentuk dalam sistem) dan nature (tata lingkungan yang menjadi daerah hidup dan menyediakan akomodasi bagi kehidupan manusia). Merujuk pada studi ekologi insan berdasarkan Rambo dan Sajise (1984) bahwa esensi ekologi insan terjadi pertukaran energi, materi dan isu antara dua sistem yaitu sistem insan dan sistem ekologi. Sistem insan terdiri dari populasi, organisasi sosial, pengetahuan, nilai-norma, dan teknologi. Sedangkan sistem ekologi terdiri dari tanah, air, udara; tanaman; hewan; organisme mikro; dan infrastruktur.





Perspektif ekologi insan berdasarkan Rambo dan Sajise (1978) dengan konsep sebagai berikut:





  1. Perspektif yang memperlihatkan sistem sudut pandang dari dua serpihan masyarakat dan alam;
  2. menjelaskan dua sikap internal dari ekosistem dan sistem sosial dan interaksinya antara gerakan atau pedoman energi, materi dan informasi;
  3. memahami sistem organisasi dalam jaringan dan hierarkis dan
  4. dinamika perubahan sistem. Sistem sosial dalam POET mempunyai kaitan satu sama lain.




Salah satu, misalnya dalam sistem tata surya atau komponen fisik dan biotik dari ekosistem. Kemudian sistem sosial insan memakai imbas dari setiap komponen dan juga dipengaruhi dari sikap dari komponen-komponen lainnya. Komponen lainnya ibarat agama, aspek ideologi dan ritual dipengaruhi oleh abjad dari struktur sosial dan bekerja untuk memperkuat struktur sosial.Ekologi insan didasarkan pada sistem sosial POET sebagai unit analisa utama dalam populasi insan dengan asumsi bahwa populasi mempunyai unit abjad dan integritas.





Selain itu, populasi mempunyai kepemilikan dan menghubungkan insan yang tidak hanya terpaku pada jumlah dari serpihan komponen. Yang terpenting berdasarkan Poston dan Frisbie (dalam Micklin & Poston, 1998) ialah keberadaan populasi secara kolektif dan kemampuan mengikuti keadaan terhadap pergantian kondisi yang menghadapi populasi termasuk penggunaan teknologi, ukuran, komposisi dan distribusi populasi dengan perhatian ekologi insan tidak sebagai ruang melainkan sebagai organisasi.





Tiga dimensi terdiri dari materi, isu dan energi yaitu:





  1. materi mencakup alat, kapital, perlengkapan, mesin;
  2. informasi mencakup pengetahuan, teknik, inovasi ilmiah dan
  3. energi.




Permasalahan dalam tingkat masyarakat petani mengenai konsep teknologi secara kritis mencakup penggunaan teknologi mengolah lahan untuk produksi intensif maupun pupuk untuk pertanian. Sementara untuk pertanian skala besar penggunaan teknologi ibarat mesin untuk menggarap lahan.Penggunaan teknologi mengakibatkan permasalahan terhadap lingkungan hidup yang seringkali dipakai insan untuk memanipulasi pengelolaan ekosistem. Pemahaman ekologis perlu terkonstruksi secara sosial berdasarkan Dunlap (2002) alasannya terdapat tiga latar belakang yaitu altruistik (kesetaraan; keadilan sosial dan kedamaian), egoistik (kekuatan sosial, kemakmuran, kewenangan dan ambisi) dan biosferik (menghargai bumi, mencegah polusi, bersatu dengan alam dan melindungi lingkungan hidup). Penggunaan teknologi yang memanipulasi pengelolaan ekosistem bersandar pada latar belakang egoistik yang menempatkan insan yang mempunyai kuasa terhadap alam. Pada titik ini, NEP berupaya mencari pengutamaan dimensi ekologis dalam masyarakat, yang kemudian membentuk paradigma ekologi manusia. Dunlap (2002) meyakini NEP sanggup memimpin pembangunan teori ekologi untuk masyarakat dengan membentuk tingkat pada masyarakat sebagai pengukuran pandangan ekologis untuk memunculkan environmentalisme. Pengukuran keadaan lingkungan hidup sebagai variabel yang kemudian dikenal dengan Environmental Attitude.





Paradigma Ekologi Baru            





Dunlap dalam sebuah kuliah umum yang peneliti kutip dalam laman Youtube menyatakan perkembangan sosiologi lingkungan hidup tertinggal dibandingkan dengan studi lingkungan hidup dan studi terkait, namun terdapat dua faktor penting mengapa sosiologi memerlukan NEP yaitu





Pertama, sosiologi hadir pada masa dimulainya industri yang dipengaruhi oleh Dominant Western Worldview(DWW) bahwa insan ditempatkan sebagai ‘penakluk alam’.





Kedua, diktum anti reduksionisme Emile Durkheim yang mengabaikan kondisi ekologis. Dunlap berupaya mempertahankan NEP untuk pemahaman mengenai bagaimana masyarakat modern mempunyai ketergantungan ekologi (Vaillancourt, 2010). Orientasi ekologi yang membuat Dunlap memakai perspektif konstruksionis yang moderat dengan catatan Dunlap tidak berharap NEP menggantikan sosiologi klasik ibarat Marxist, Weberian, fungsionalis atau perspektif teori lainnya, tetapi berupaya untuk merangsang pembangunan teori versi hijau dari teori-teori tersebut (Dunlap, 2002).





Skala NEP dirumuskan Dunlap dan Liere pada tahun 1976 untuk membangun validitas mengenai nilai fundamental, sistem kepercayaan terhadap lingkungan hidup, dan menemukan konfirmasi inovasi empiris. NEP terdiri dari tiga dimensi yang berbeda yaitu: balance of nature, limits to growth, dan dominasi insan terhadap alam. Konseptualisasi yang disebut NEP (New Environmental Paradigm) fokus pada kepercayaan kemampuan insan untuk mengacaukan kesimbangan alam, terbatasnya kemampuan masyarakat dan hak insan untuk mengatur alam.





Selain itu, NEP dilengkapi dengan telaah tiga sikap lingkungan hidup (seperti egoistik, sosial altruistik dan biosferik) menjadi ukuran kepercayaan konsekuensi dari kondisi lingkungan untuk individu (terdiri dari dua hal), semua orang (terdiri dari dua hal) atau tumbuhan dan binatang (terdiri dari empat hal). Sedangkan empat hal lainnya fokus terhadap perilaku antroposentrisme (Dunlap et al., 2000). Namun dalam perkembangannya, kepercayaan dan nilai yang harus dibuktikan dan skala sikap lingkungan hidup menjadi ukuran meluas dengan ukuran terhadap lingkungan hidup, kemudian mendorong penamaan lingkungan hidup diganti dengan nama New Ecological Paradigm.





Perilaku lingkungan hidup ditujukan untuk mengukur perhatian publik terhadap kualitas lingkungan hidup atau perhatian terhadap lingkungan hidup. Tidak hanya permasalahan lingkungan hidup yang signifikan ibarat polusi, sampah, dan permasalahan lingkungan hidup terkait geografis, tetapi juga membahas permasalahan ibarat penipisan ozon, deforestasi, kepunahan aneka ragam hayati dan perubahan iklim. Maka, kemudian muncul upaya untuk meneliti permasalahan lingkungan hidup dan sikap terhadap lingkungan hidup (Stern, 2000; Dunlap et al., 2000).





Skala NEP ditujukan sebagai pengukuran kontribusi paradigma mendasar atau sudut pandang mengenai perilaku, kepercayaan dan nilai lingkungan hidup. Dalam studi lingkungan hidup mengenai nilai dan kepercayaan terdapat tiga aspek yang teridentifikasi: pertama, terbatasnya kepentingan mengatakan variabel dari situasi alam dalam penentuan sikap lingkungan hidup; kedua, tingkat pengukuran sikap lingkungan hidup, secara umum terlihat aneh atau abjad hipotesis, dipakai dalam studi dan ketiga, sebagai hasil, persentasi yang rendah yang menjelaskan perbedaan prediksi model sikap lingkungan (Coraliza & Berenguer, 2000).





Permasalahan analisa NEP dimulai dari pengukuran perilaku, adapun skala NEP muncul alasannya keterbatasan pengukuran sikap terhadap lingkungan hidup. Namun skala NEP karya Dunlap dan Liere diyakini sanggup mewakili pendekatan yang dipakai terhadap sikap lingkungan hidup (Schultz & Zelezny, 1999).





Perilaku Lingkungan Hidup (Environmental Attitude)





Studi mengenai sikap lingkungan hidup mendapat imbas dari studi psikologi sosial yang menelaah pola yang berbeda dari teori Value, belief and Norms (VBN). Psikologi sosial melihat kepercayaan sebagai hal yang menghipnotis sikap skala besar mengenai problem lingkungan hidup tertentu (Fernandez-Manzanal et al., 2007). Dalam telaah psikologi, komponen sikap lingkungan hidup yang sangat kuat yaitu pengetahuan (kognisi) dan niat yang dipakai secara paralel untuk memprediksikan sikap secara ekologis. Perilaku tidak hanya penilaian dari beberapa hasil asumsi dari kemungkinan yang ada, isu yang menonjol atau pengetahuan faktual kuat terhadap pra kondisi  NEP merupakan tradisi penelitian sikap lingkungan hidup yang banyak dipakai untuk mengamati sikap terhadap lingkungan hidup (Kaiser et al., 1999).





Menurut Stern (2000) bahwa teori VBN memperlihatkan pengukuran pembentukan objek sikap dan bagaimana perhatian lingkungan hidup dan problem lingkungan hidup secara sosial terkonstruksi. Studi mengenai sikap lingkungan hidup telah ditandai oleh studi yang lengkap dari perbedaan faktor kebudayaan (nilai) dan psikologi (kepercayaan) yang menjelaskan kekerabatan antara lingkungan hidup dan manusia.





Berdasarkan kontribusinya, Coraliza dan Berenguer (2000) menegaskan bahwa dalam setiap budaya terdapat nilai yang tertata yang mempunyai dua dimensi bersama yaitu: yang pertama, memperluas peningkatan kutub kepentingan diri (egoisme) terhadap  kutub transedensi diri (altruisme); kedua, dimensi kontras nilai diasosiasikan dengan keterbukaan terhadap perubahan nilai-nilai konservatif.Dalam pandangan Stern bahwa altruistik (termasuk sikap pro lingkungan hidup) terjadi sebagai respon moral individu pada individu yang aktif yang mempercayai kondisi tertentu memunculkan bahaya tertentu bagi yang lainnya (kesadaran dari konsekuensi yang merugikan atau Adverse Consequences-AC) dan agresi yang sanggup diinisiasi dengan mencegah konsekuensi (penentuan tanggung jawab sendiri atau Ascription of Responsibility to self-AR).





Kemudian kekerabatan teori nilai, nilai aktivasi norma dan perspektif NEP saling berafiliasi dari lima variabel yang kuat terhadap sikap yaitu: nilai pribadi (terutama nilai altruistik); NEP; AC; kepercayaan AR mengenai kondisi umum dalam lingkungan biofisik dan norma pribadi dalam agresi pro lingkungan hidup.Teori nilai, kepercayaan dan norma dengan teori nilai untuk menggerakkan aktivasi norma dengan mengaktifkan norma pribadi yang mempunyai kesadaran akan konsekuensi merugikan kepada nilai individu yang lain. Manusia yang mempunyai nilai tinggi terhadap spesies lain dipusatkan oleh kondisi lingkungan hidup yang mengancam nilai objek, ibarat altruistik yang peduli terhadap insan lain dengan perhatian kondisi lingkungan hidup yang mengancam insan lainnya.





Keterkaitan teori nilai, kepercayaan dan norma dengan NEP ialah mengenai aktivasi norma, berdasarkan Stern (2000) bahwa NEP merupakan jenis teori ekologi dengan konsekuensi merugikan (AC) dari perubahan lingkungan. Sedangkan norma pribadi terhadap agresi pro lingkungan hidup diaktifkan oleh kepercayaan bahwa kondisi lingkungan hidup mengancam nilai individual dan individu sanggup bertindak  mengurangi bahaya (AR). Teori nilai, kepercayaan dan norma menjadi landasan kecenderungan individu bergerak ke agresi mendukung lingkungan hidup.Aksi yang mendukung lingkungan hidup diidentifikasi menjadi sikap lingkungan hidup.





Perilaku lingkungan hidup secara signifikan beralasan untuk didefinisikan oleh Stern (2000) berdasar dampaknya yaitu keberlanjutan perubahan ketersediaan material atau energi dari lingkungan hidup atau mengubah struktur dan dinamika dari ekosistem atau biosfer. Perilaku lingkungan hidup menyediakan pemahaman yang baik terhadap seperangkat kepercayaan, kepentingan atau hukum yang menghipnotis environmentalisme atau agresi pro lingkungan hidup (Fernandez-Manzanal et al., 2007).





Beberapa sikap lingkungan hidup yang signifikan diantaranya: aktivisme lingkungan hidup; sikap non penggagas dalam ruang publik dan environmentalisme ruang privat.Dalam perkembangannya, indicator New Ecological Paradigm yang disempurnakan berbentukEnvironmental Attitude yang terdiri dari: limits to growth;  penolakan dominasi insan pada alam; keseimbangan alam; resiko ekokrisis dan  penolakan dari human exemptionalism (Dunlap et al., 2000).





Adapun klarifikasi utuhnya di bawah ini:





1. Limits to Growth.    





Kami mendekati batas jumlah insan di bumi yang sanggup mendukung..    Bumi mempunyai banyak sumber daya alam kalau kita mencoba mendalaminya..    Bumi ibarat ruang angkasa hanya mempunyai ruang dan sumber daya terbatas.





2. Anti-anthropocentrism.    





Manusia mempunyai hak untuk mengubah alam sesuai kebutuhannya..    Tanaman dan binatang mempunyai hak sebagaimana insan berad..    Manusia mempunyai hukum mengatur alam.  





3. Balance of Nature.    





Ketika insan ikut campur terhadap alam maka hal ini memproduksi konsekuensi tragedi alam.    Keseimbangan alam lebih kuat untuk mengatasi dampak bangsa industrial modern..    Keseimbangan alam rumit dan mengecewakan.





4. Rejection of Exemptionalism.    





Kecerdikan insan akan memastikan kami tidak membuat bumi tidak layak huni. .    Walaupun kemampuan special insan masih menjadi subjek mengatur alam. .   Manusia pada alhasil akan berguru cukup mengenai bagaimana alam bekerja untuk mengawasinya.





5. Possibility of an Eco-crisis.    





Manusia cenderung menyalahgunakan lingkungan. .    Disebut ‘krisis ekologi’ dihadapi umat insan cenderung dibesar-besarkan. .    Jika hal ini berlanjut ketika ini, kami akan menghadapi pengalaman tragedi ekologi segera.





Pertarungan Paradigma Ekologi Baru





Umumnya studi sosiologi dipengaruhi pemilikiran Barat yang menonjolkan industrialisme yang meminggirkan pertanian yang mempunyai ketergantungan pada lingkungan biofisik (Dunlap, 2002). Sosiologi lingkungan hidup berangkat dari kritisi terhadap pemikiran Durkheim mengenai fakta sosial yang kemudian menimbulkan struktur sosial dan bintang film yang dibebaskan dari ketergantungannya pada alam (Dunlap & Catton, 1994).





Landasan tersebut membentuk HEP (Human Exemptionalism Paradigm) yang cenderung pada sikap insan berdasar aspek material dengan landasan:  





  1. manusia unik alasannya membuat budaya;
  2. variasi budaya hampir bervariasi pada waktu dan ruang dan berkembang lebih cepat daripada kemampuan biologi;
  3. kemudian banyak orang yang berbeda warisan genetisnya;
  4. konsekuensinya, akumulasi kebudayaan berarti peningkatan sanggup berlanjut tanpa batas, membuat semua problem sosial teratasi (Vaillancourt, 2010).




Pandangan HEP terkait erat dengan DSP (Dominant Social Paradigm) merupakan gagasan Pirages dan Ehrlich (1974) didefinisikan sebagai tujuan untuk pengejaran diri (ekonomi), pengaturan diri (politis) dan efisiensi (teknologi) atau sebagai tujuan dari hal baik untuk masyarakat (etis). (Lundmark, 2007) DSP memperlihatkan kepercayaan bahwa kemajuan insan seharusnya dilihat utamanya dalam ranah material (produksi dan konsumsi) yang mana menurunkan legitimasi dominasi insan terhadap alam (Buttel, 2010). Kemajuan insan berawal dari kepercayaan bahwa teknologi merupakan solusi dari problem sosial atau fisik yang sanggup muncul dalam masyarakat (Kilbourne & Carlson, 2008). DSP kemudian mendapat penolakan dari New Environmental Paradigm oleh Dunlap dan Van Lierre (1978) dan kemudian diperbaharui oleh New Ecological Paradigm (NEP) oleh Dunlap, Van Lierre, Mertig dan Jones (2000) yang menolak keberadaan alam semata hanya untuk melayani kebutuhan manusia. NEP diakui oleh Dunlap et al. (2000) sebagai kepercayaan primitif mengenai kekerabatan alam dan manusia.Dalil NEP terdiri dari:





  1. manusia merupakan satu spesies di antara banyak komunitas biotik dan tergantung pada komunitas biotik untuk membentuk kehidupan sosial;
  2. keterhubungan rumit menjadi penyebab, dampak dan umpan balik dalam jaring alam memproduksi banyak konsekuensi yang berasal dari tujuan agresi insan yang berbeda;  
  3. dunia merupakan satu, maka fisik potensial dan keterbatasan biologi menghambat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan fenomena sosial lainnya (Vaillancourt, 2010).




NEP menekankan dimensi ekologi masyarakat sebagai ukuran pandangan ekologi yang muncul dari environmentalisme dan mempunyai ukuran sikap lingkungan hidup dengan seperangkat kepercayaan, pola pandang mengenai alam dan fungsi biosfer yang disebut environmental attitude melalui lima nilai yaitu limits to growth, anti antroposentrisme (dominasi insan terhadap alam), keseimbangan alam, penolakan exemptionalisme (manusia dibebaskan dari alam) dan resiko eko krisis (Dunlap &Van Lierre, 1978, Dunlap et al., 2000; Stets & Biga, 2003). Dunlap et al. (2000) menyatakan bahwa environmental attitude yang memperkuat NEP sebagai perspektif yang menekankan ketergantungan insan terhadap alam.



Sumber https://idtesis.com

Saturday, May 26, 2018

√ Permasalahan Pelayanan Teknologi Info Dan E-Banking Di Perbankan


BAB 1 PENDAHULUAN





1.1       LATAR BELAKANG





Teknologi merupakan suatu kemajuan bagi kalangan insan di seluruh dunia. Kehidupan insan tidak sanggup lepas dari tugas teknologi yang semakin hari semakin canggih, maju, dan makin meringankan pekerjaan manusia.. Dalam dunia Perbankan misalnya, dengan kemajuan teknologi, efektifitas waktu sanggup dipercepat dalam sistem transaksi antar nasabah dengan bank maupun nasabah dengan nasabah lainnya. Tidak perlu repot pergi ke kantor cabang yang mungkin jaraknya jauh dari rumah untuk melaksanakan transaksi, alasannya ialah hampir seluruh bank telah mempunyai sistem E-Banking yang memungkinkan nasabahnya mengakses atau bertransaksi dimanapun secara online.





Keberadaan E-Banking ini ternyata menerima sambutan positif dari nasabah bank-bank di Indonesia, bahkan dunia. Sebuah survei yang dilakukan oleh comScore menemukan jumlah pengunjung ke situs web bank secara online naik dua digit selama 12 bulan mulai Januari 2010 di enam negara yang melaksanakan survei. Tentunya ini merupakan kemajuan teknologi yang sangat membantu bagi insan mengingat kiprahnya sangat vital dalam dunia perbankan.





Sisi manfaat teknologi yang bermanfaat bagi insan ini tentunya harus dijaga sebaik mungkin semoga pelayanan E-Banking sanggup bertahan dengan jangka waktu yang lama. Oleh alasannya ialah itu, diperlukan para ahli, sumber daya manusia, karyawan, alat teknologi dan ilmu administrasi yang baik semoga sanggup menjaga atau memperlihatkan penemuan terhadap fungsi E-Banking ini. Terutama dari sisi administrasi yang merupakan nyawa dari sebuah perbankan alasannya ialah melibatkan pihak teratas (Top Manager), pihak menengah (Middle Manager) hingga pihak terbawah (Low Manager). Ketiga elemen itulah yang bertanggung jawab atas keberdayaan administrasi yang baik di perbankan. Khususnya untuk memperoleh respon yang baik dari masyarakat ihwal akomodasi E-Banking yang merupakan proyek andalan setiap bank di dunia.





Akan tetapi, setiap proyek dalam suatu perusahaan yang telah dibangun dengan administrasi yang baik pun, mempunyai beberapa resiko yang sanggup mengganggu bahkan merusak kestabilitasan hidup suatu perusahaan. Tak terkecuali proyek E-Banking. Ada sebuah kasus dimana nasabah tidak sanggup mengakses akunnya secara online, nilai rekening yang secara tiba-tiba berkurang tanpa sepengetahuan pemiliknya, hingga dibajaknya data privasi nasabah bank.





Oleh alasannya ialah itu, dalam perencanaannya membangun proyek dalam perusahaan, dibutuhkan   manajemen yang baik dan perlu diperhatikan dan merumuskan beberapa resiko yang akan dihadapi, baik itu resiko kecil, besar ataupun sangat besar yang sanggup mengganggu kestabilitasan kehidupan suatu perusahaan.





1.2       RUMUSAN MASALAH





Dari persoalan yang telah dipaparkan, kelangsungan hidup suatu perbankan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena SDM merupakan penggagas ilmu administrasi untuk diterapakan dalam perbankan. Oleh alasannya ialah itu, sanggup dirumuskan beberapa resiko atau persoalan yang harus dihadapi, yaitu :





  1. Kerusakan akomodasi teknologi sebagai penunjang layanan E-Banking.
  2. Buruknya kualitas sumber daya insan sebagai penggagas suatu perusahaan perbankan.
  3. Bobolnya sistem keamanan dan data pribadi nasabah dalam layanan E-Banking
  4. Proses pelayanan sistem online ketika mengakses web E-Banking dikala server mengalami kerusakan atau maintenance.
  5. Kesalahan pada sistem sehingga data yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diinput oleh nasabah.




1.3 TUJUAN





Setelah dirumuskan beberapa persoalan dan resiko terkait permasalahan IT pada Bank,  penelitian mengenai administrasi proyek dan resiko terkait permasalahan E-Banking pada bank ini mempunyai tujuan yang untuk diterapkan, yaitu :





  1. Menghasilkan sebuah solusi dari beberapa persoalan dan resiko yang telah dirumuskan.
  2. Mengetahui setiap permasalahan IT pada perbankan secara detail dan solusi untuk mengatasinya.
  3. Mengatahui sistem administrasi yang baik dan benar untuk diterapkan dalam proyek E-Banking dalam perbankan.
  4. Menciptakan pola pikir yang kreatif dan strategik bagi setiap pihak yang terlibat dalam E-Banking, baik yang melayani maupun yang dilayani.
  5. Memberikan pengetahuan pada pembaca mengenai kelebihan dan kekurangan layanan E-Banking, khususnya di Indonesia.
  6. Memberikan info ihwal sikap yang harus dilakukan semoga terhindar dari resiko yang telah dirumuskan pada sub-bab sebelumnya dalam penggunaan E-Banking.




BAB 2 TEORI PENELITIAN





2.1 PENGERTIAN BANK





Bank ialah sebuah forum intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk mendapatkan simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti daerah penukaran uang. Sedangkan berdasarkan undang-undang perbankan bank ialah tubuh perjuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Kata bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banque atau banca yang berarti bangku. Para bankir Florence pada masa Renaissans melaksanakan transaksi mereka dengan duduk di belakang meja penukaran uang, berbeda dengan pekerjaan kebanyakan orang yang tidak memungkinkan mereka untuk duduk sambil bekerja.





2.2 LANDASAN HUKUM DAN FUNGSI PERBANKAN





Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 ihwal perbankan, sanggup disimpulkan bahwa perjuangan perbankan mencakup tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memperlihatkan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memperlihatkan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menyalurkan dana, berupa dukungan pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE. Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:





  • Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif sanggup dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).
  • Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif sanggup berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.
  • Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif sanggup berfungsi sebagai sarana mencari atau memperlihatkan informasi ihwal harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).
  • Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif sanggup memperlihatkan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.
  • Fungsi administrasi produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif sanggup memperlihatkan citra kepada administrasi produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang.




Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat terperinci tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan :





”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”.





Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan perjuangan bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melaksanakan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang memakai prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, terperinci tergambar, alasannya ialah secara filosofis bank mempunyai fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.





2.3 PENGERTIAN E-BANKING





Perbankan Elekronik (bahasa Inggris: E-banking)E-banking yang juga dikenal dengan istilah internet banking ini ialah melaksanakan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Dari waktu ke waktu, makin banyak bank yang menyediakan layanan atau jasa internet banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 ihwal Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum.





Penyelenggaraan internet banking merupakan penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab cita-cita nasabah perbankan yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap dikala (24 jam/hari, 7 hari/minggu) dan sanggup diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer, laptop/ note book, PDA, dan sebagainya.





Aplikasi teknologi informasi dalam internet banking akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas sekaligus meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih efektif daripada bank konvensional. Tanpa adanya aplikasi teknologi informasi dalam internet banking, maka internet banking tidak akan jalan dan dimanfaatkan oleh industri perbankan. Secara umum, dalam penyediaan layanan internet banking, bank memperlihatkan informasi mengenai produk dan jasanya via portal di internet, memperlihatkan kanal kepada para nasabah untuk bertransaksi dan meng-update data pribadinya.





Adapun persyaratan bisnis dari internet banking antara lain :a). aplikasi gampang digunakanb). layanan sanggup dijangkau dari mana sajac). murahd). sanggup dipercayae). sanggup dipercaya (reliable).





Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan semenjak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BII, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya. Internet banking telah memperlihatkan laba kepada pihak bank antara lain:





  1. Business expansion. Dahulu sebuah bank harus mempunyai sebuah kantor cabang untuk beroperasi di daerah tertentu. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM sehingga beliau sanggup hadir di daerah tersebut. Kemudian ada phone banking yang mulai menghilangkan batas fisik dimana nasabah sanggup memakai telepon untuk melaksanakan acara perbankannya. Sekarang ada internet banking yang lebih mempermudah lagi alasannya ialah menghilangkan batas ruang dan waktu.
  2. Customer loyality. Khususnya nasabah yang sering bergerak (mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melaksanakan acara perbankannya tanpa harus membuka account di bank yang berbeda-beda di banyak sekali tempat. Dia sanggup memakai satu bank saja.
  3. Revenue and cost improvement. Biaya untuk memperlihatkan layanan perbankan melalui Internet Banking sanggup lebih murah daripada membuka kantor cabang atau menciptakan mesin ATM.
  4. Competitive advantage. Bank yang mempunyai internet banking akan mempunyai laba dibandingkan dengan bank yang tidak mempunyai internet banking. Dalam waktu dekat, orang tidak ingin membuka account di bank yang tidak mempunyai akomodasi Internet Banking.
  5. New business model. Internet Banking memungkinan adanya bisnis model yang baru. Layanan perbankan gres sanggup diluncurkan melalui web dengan cepat.




2.4 FASILITAS E-BANKING





Berbagai jenis teknologinya diantaranya mencakup :





  1. Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine)                              
  2. Sistem Aplikasi Perbankan (Banking Application System)                             
  3. Sistem Penyelesaian Bruto Waktu-Nyata (Real-Time Gross Settlement System)                             
  4. Perbankan Daring (Internet Banking)                              
  5. Sistem Kliring Elektronik




Bank Indonesia sendiri lebih sering memakai istilah Teknologi Sistem Informasi Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan, atau lebih terkenal dengan istilah perbankan elektronik (electronic banking)





3. METODOLOGI





3.1  PENGUMPULAN DAN ANALISIS





Dalam penyusunan penelitian terkait permasalahan IT di Perbankan ini, data dan objek yang berhasil dikumpulkan untuk dibentuk sebuah kajian melalui beberapa cara metode, yaitu melalui observasi atau pengamatan ihwal informasi permasalahan IT di Perbankan yang sedang mencuat, kemudian mengutip survey dari beberapa forum survey yang telah melaksanakan survey terkait gosip perkembangan permasalahan IT di Perbankan, dan beberapa informasi terkait yang beredar di internet dengan banyak sekali sumber terpercaya dan relevan.





3.2 PENYAJIAN DATA





Pembahasan materi ini disajikan dalam bentuk makalah ilmiah dibantu dengan tabel, grafik, dan diagram yang bertujuan untuk memudahkan dalam pengambilan kesimpulan dan dalam membaca data.
Data yang akan disajikan dalam bentuk makalah ini yaitu gosip ihwal permasalahan IT di Perbankan. Dibantu dengan tabel, grafik, dan diagram yang mengilustrasikan perkembangan layanan E-Banking di tiap-tiap bank, kepuasan nasabah terhadap layanan E-Banking, kasus yang pernah terjadi terkait layanan E-Banking di Indonesia, dan lain sebagainya.





BAB 4 PEMBAHASAN, KESIMPULAN, DAN SARAN





4.1  PEMBAHASAN





Internet banking merupakan salah satu pola modernisasi informasi teknologi dalam dunia perbankan. ibarat dijelaskan pada artikel di atas, Internet banking ialah sebuah jaringan internet yang dipergunakan  untuk melaksanakan transaksi ( transfer uang ), membayar banyak sekali macam tagihan (listrik, telepon) , melaksanakan cek saldo tabungan dan lainnya serta merupakan salah satu pelayanan perbankan tanpa cabang, yaitu berupa akomodasi yang akan memudahkan nasabah untuk melaksanakan transaksi perbankan tanpa perlu tiba ke kantor cabang. hal ini sangat memudahkan para nasabah yang suatu ketika tidak sanggup bertransaksi dengan mendatangi kantor cabang. ibarat pola orang yang sibuk berbisnis, orang yang mempunyai pekerjaan yang menyita waktu, atau dalam keadaan cuaca jelek nasabah menjadi enggan untuk pergi ke kantor cabang, masih sanggup bertransaksi melalui akomodasi Internet Banking.
Penggunaan layanan E-Banking begitu diminati oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia, hal ini dibuktikan oleh forum survey comScore yang melaksanakan survey di beberapa negara Asia berikut penyajian datanya :





Teknologi merupakan suatu kemajuan bagi kalangan insan di seluruh dunia √ Permasalahan Pelayanan Teknologi Informasi dan E-Banking di Perbankan




Pertumbuhan Penggunaan Layanan E-Banking (dalam satuan juta)









Teknologi merupakan suatu kemajuan bagi kalangan insan di seluruh dunia √ Permasalahan Pelayanan Teknologi Informasi dan E-Banking di Perbankan




Akan tetapi, dilihat dari sisi positif tentu saja ada sisi negatifnya, Internet Banking sangat riskan untuk soal keamanan kata sandi sehingga banyak orang yang enggan memakai akomodasi Internet Banking ini. selain itu, masyarakat masih banyak yang tidak mengerti dalam penggunaan Internet (Gaptek) sehingga menentukan bertransaksi dengan cara mendatangi kantor cabang.





Selain itu, lubang keamanan (security hole) akan selalu ada, hal ini sanggup diamati dari situs web yang melaporkan adanya lubang keamanan setiap hari. Namun bisnis tidak sanggup berhenti alasannya ialah adanya potensi lubang keamanan.





Untuk sekadar transaksi yang bersifat informatif (tidak ada pengurangan saldo) maka cukup memakai sandi lewat (password) untuk masuk, tetapi untuk transaksi yang sifatnya memindahkan/mengurangi saldo nasabah diminta untuk memasukan pin yang dihasilkan oleh suatu alat yang biasa disebut token atau pin. Alat ini akan mengeluarkan deretan angka (biasanya 6 digit) yang hanya identik dengan rekening nasabah tersebut. Makara token lain mustahil sanggup dipakai pada rekening. Yang sanggup dilakukan ialah meningkatkan tingkat kesulitan untuk masuk dengan memakai pengamanan-pengamanan, dinding api (firewal) & IDS (dalam kasus server Internet). kejahatan siber yang merupakan kejahatan di dunia maya (siber) sangat memungkinkan data nasabah di sadap pada dikala melaksanakan transaksi perbankan elektronik.





Pemerintah telah menetapkan peraturan perundangan ihwal Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE). Menurut staf jago menteri komunikasi dan informatika bidang hukum, Edmon makarim pelaku pembobolan sanggup dinilai melanggar pasal 30, 34, dan 36 UU ITE.





Pasal 30 ayat 3
“Dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan aturan mengakses komputer dan/atau Sistem  elektronik dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan”





Untuk melihat hukuman apa yang sanggup menjerat pelaku, dipakai pasal 52 di mana bahaya hukumannya dipidana dengan pidana paling usang 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp12.000.000.000 (dua belas miliar rupiah)





Tapi, berdasarkan Edmon, berhubung kalau data yang dibobol merupakan data strategis, eksekusi masih sanggup ditambahkan dua per tiga sesuai dengan pasal 52 ayat 3.





Adapun pasal 52 ayat 3 tersebut berbunyi,:
“Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 hingga dengan pasal 37 ditujukan terhadap komputer dan/atau Sistem elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik milik pemerintah dan/atau tubuh strategis termasuk dan tidak terbatas pada forum pertahanan, bank sentral, perbankan, keuangan, forum internasional, otoritas penerbangan diancam dengan pidana maksimal bahaya pidana pokok masing-masing pasal ditambah dua pertiga”





Dengan proses keamanan dan penetapan pearaturan perundangan ibarat itu, pemerintah mengharapkan sanggup meminimalisir tindak kriminal yang memanfaatkan akomodasi ITE. Tetapi kasus kriminalitas terkait ITE khusunya E-Banking tetap saja merebak  berikut ini merupakan salah satu pola kasus yang terjadi ihwal bobolnya sistem keamanan E-Banking  yang pernah terjadi di Indonesia :





Masih ingat  pembobolan internet banking milik bank BCA pada tahun 2001? Kasus tersebut dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB Bandung dan juga merupakan salah satu karyawan media online (satunet.com) yang berjulukan Steven Haryanto. Anehnya Steven ini bukan Insinyur Elektro ataupun Informatika, melainkan Insinyur Kimia. Ide ini timbul ketika Steven pernah salah mengetikkan alamat website. Dia telah menciptakan beberapa situs yang sama persis dengan situs internet banking BCA yang beralamat di www.klikbca.com, seperti:





  • wwwklikbca.com
  • kilkbca.com
  • clikbca.com
  • klickbca.com
  • klikbac.com




Jika masuk ke empat situs itu, Anda akan mendapatkan situs internet yang sama persis dengan situs klikbca.com. Hanya saja dikala melaksanakan login, Anda tidak akan masuk ke akomodasi internet banking bca dan akan tertera pesan “The page cannot be displayed”. Fatalnya, dengan melaksanakan login di situs-situs itu, user name dan PIN internet Anda akan terkirim pada sang pemilik situs.





Karena perbuatannya itu Steven meminta maaf kepada pihak Bank Central Asia (BCA), dan permintaan maaf itu dikirimkan via email kepada BCA, Rabu (6/6/2001) dan ditembuskan pada redaksi detikcom dan Satunet.com.
Dalam pernyataannya, Steven menyatakan menyesal dan mengakui telah menjadikan kerugian kepada pihak BCA dan pihak pelanggan yang kebetulan masuk ke situs palsu tersebut. Namun Steven menyatakan menjamin bahwa beliau tidak pernah dan tidak akan menyalahgunakan data tersebut , dan  juga menyerahkan kembali data user yang didapatkannya kepada BCA.





Pada pola kasus diatas dijelaskan bahwa seseorang sanggup dengan gampang membobol keamanan pin para nasabah dari suatu bank konvensinal. hal ini sangat merugikan baik dari pihak bank maupun pihak nasabah. sanggup dibayangkan berapa kerugian yang harus ditanggung pihak bank dan nasabah apabila si pelaku berniat untuk membobol rekening yang telah ia ketahui instruksi sandinya. seharusnya pihak bank sanggup menerapkan sistem keamanan yang super ketat untuk akomodasi Internet Bankingnya alasannya ialah ini menyangkut data pribadi suatu nasabah yang sangat penting. jangan hingga ada suatu oknum yang sengaja menciptakan website duplikat dari website internet banking suatu bank dikarenakan telah terbukti, hal ini merupakan modus kejahatan yang telah dilakukan untuk membobol data bahkan rekening nasabah bank.





Website bank juga harus mempunyai ciri-ciri khusus yang tidak bsa ditiru sehingga nasabah dengan gampang sanggup menerka mana website orisinil atau palsu. selain itu para nasabah juga harus teliti dan ekstra hati-hati dalam melaksanakan transaksi Internet Banking, perhatikan daerah yang anda pilih, jangan hingga ada yang melihat ketika anda sedang mengetik password, dan dimanapun tempatnya, baik di warnet, komputer rumah, atau di gadget, selalu log-out akun internet banking anda untuk mencegah pembajakan data akun anda alasannya ialah siapapun orangnya baik sobat bersahabat bahkan keluarga, bukan mustahil akan membobol rekening yang anda miliki.





4.2 KESIMPULAN





Jadi, Kesimpulannya ialah :





  • Permasalahan bank terkait dengan administrasi Informatika kelemahan terbesar terletak pada akomodasi Internet Banking.
  • Pada kasus pembobolan bank pada tahun 2001, kesalahan terletak pada pihak nasabah. alasannya ialah nasabah tidak teliti dalam memasukkan url bank tersebut dengan benar sehingga masuk ke website tiruan yang dibentuk oleh h4ck3r.
  • Bank belum mempunyai sistem keamanan yang sangat ketat pada dikala itu, sehingga para cracker dengan gampang menciptakan suatu jebakan untuk membobol data para nasabahnya
  • Diperlukan sumber daya manusa yang berkualitas, ahli, dan jujur dalam me-managesuatu proyek E-Banking di Bank
  • Sistem keamanan internet di Indonesia perlu ditingkatkan mengingat Indonesia terdaftar sebagai salah satu negara yang jumlah kasus cyber crime sangat tinggi di dunia, khsusunya untuk pengamanan E-Banking




4.3 SARAN





Tips Aman E-banking





  • Jangan memberitahukan instruksi akses/nomor pribadi SMS Banking Anda kepada orang lain
  • Setiap melaksanakan transaksi melalui SMS Banking, tunggulah beberapa dikala hingga Anda mendapatkan respon balik atas transaksi tersebut.
  • Gunakan username ataupun password berupa kombinasi aksara dan angka.
  • Cocokkan URL address internet banking dengan brosur yang disediakan oleh pihak bank, waspadalah dengan situs palsu. Sebagai contoh, kalau Anda nasabah Bank Mandiri, maka alamat yang benar adalah http://www.bankmandiri.co.id bukanhttp://www.bank-mandiri.co.id.
  • Jangan pernah mengakses internet banking memakai koneksi umum, misal warnet, wifi kampus, wifi mall, dsb. alasannya ialah rentan akan pencurian data.
  • Jangan pernah menuliskan username dan password secara bersamaan pada secarik kertas, handphone, dsb.
  • Segera log out kalau Anda memang telah selesai dengan acara internet banking Anda.
  • Cetaklah buku tabungan Anda secara terpola untuk mencocokkan data transaksi Anda.


Sumber https://idtesis.com

Friday, May 25, 2018

√ Pengertian Dan Perkembangan E-Banking (Elektronik Banking) Di Indonesia


Perkembangan E-Banking





Roda kehidupan terus menggelinding lengkap dengan perubahan di segala lini. Keadaan semakin menuntut setiap orang untuk bergerak cepat, tak terkecuali di bidang perbankan. Dengan semakin cepatnya perubahan dan gaya hidup, tanda-tanda ini tentu saja harus ditangkap oleh perbankan kepada para nasabahnya. Tidak bisa dipungkiri tipe nasabah perbankan berbeda dengan nasabah beberapa tahun silam dimana penggunaan internet belum booming menyerupai kini ini.





Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hingga dengan tahun 2010 ini jumlah pengguna internet di negeri ini sudah mencapai 45 juta. Dan tentu saja angka ini akan terus meningkat, seiring dengan semakin terjangkaunya internet dan semakin banyaknya orang yang melek teknologi. Sementara pertumbuhan pengguna internet di ponsel, berdasarkan Dirjen postel, tak kalah cepatnya. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pelanggan telekomunikasi seluruh operator di Tanah Air yang kini sudah mencapai 170 juta. Mereka juga mentargetkan separuh penduduk Indonesia sudah mempunyai internet pada 2015 nanti.





Hal ini sudah niscaya sangat kuat terhadap perkembangan e-banking. Di Indonesia e-banking kali pertama mulai dikenalkan oleh Bank Internasional Indonesia (BII) pada September 1998. Langkah ini kemudian diikuti oleh bank-bank lain menyerupai Bank Niaga, Bukopin, Mandiri, BCA dan lain-lain.





Layanan electronic banking atau yang lebih dikenal sebagai e-banking yakni alternatif media untuk melaksanakan transaksi perbankan, selain di kantor bank sendiri dan authomated teller machine (ATM). Cara menikmati akomodasi e-banking pun tak sulit. Bagi nasabah yang mempunyai rekening tabungan atau giro biasanya sanggup mengajukan layanan e-banking, yang mencakup internet banking, mobile banking, phonebanking atau sms banking.





Keunggulan transaksi dengan e-banking dibanding dengan cara konvensional yang paling menonjol yakni dengan e- banking, nasabah tak perlu lagi membuang waktu pergi ke luar rumah untuk kemudian antri di kantor-kantor bank atau ATM, kalau ingin melaksanakan transaksi perbankan. Mereka cukup membuka internet atau memakai  handphone dan semua transaksi beres. Berbagai layanan pun bisa dilakukan dengan e-banking menyerupai transfer dana antar rekeningmaupun antar bank, pembayaran tagihan, pembelian pulsa isi ulang, ataupun pengecekan mutasi dan saldo rekening.





Kemudahan-kemudahan dalam bertransaksi melalui internet memang sepertinya menerima sambutan yang sangat positif oleh para nasabah perbankan. Hal ini bisa dilihat dari pertambahan penguna layanan e-banking yang terus mengalami peningkatan. Berdasar data Bank Indonesia, nasabah yang bertransaksi melalui internet banking pada 2009 mencapai 2,5 juta, ini jauh lebih besar dari nasabah 2008 yang hanya mencatat 1,5 juta nasabah. Dari sisi nilai transaksi tentu saja juga mengalami pertumbuhan. Jika selama 2008 tercatat senilai Rp 207 triliun dari 79 juta transaksi, maka selama 2009, nilai itu meningkat tajam menjadi Rp 1.502 triliun yang berasal dari lebih 250 juta transaksi.





Potensi tersebut tak pelak mendorong pihak bank untuk terus berlomba-lomba menyediakan layanan e-banking. Menurut Ida Rumondang, peneliti senior Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, pada 2005 terdapat 18 bank yang menyediakan layanan tersebut, baik untuk corporate maupun untuk individu. Pada 2009, jumlah bank yang menawarkan layanan tersebut meningkat menjadi 32 bank.





Disinilah kompetisi antar bank dimulai. Para nasabah tentu akan menentukan bank yang menawarkan layanan dan proteksi yang prima. Pihak bank harus menangkap kebutuhan nasabah secara lebih jeli. Dengan beragamnya kebutuhan nasabah tentu saja diharapkan bank juga mempunyai layanan lengkap di dalam e-banking yang ditawarkan. Tidak sekadar transfer, cek saldo, pembayaran tagihan, pihak bank harus terus berinovasi menawarkan layanan lainnya, semisal travelers cheque, bank draft, western union, pembayaran tv kabel, zakat & infak atau informasi semacam menyerupai kurs, daftar transfer, kotak email dan lainnya. Pihak bank secara proaktif juga harus responsif terhadap komplain dan saran terhadap layanan mereka.





Satu hal yang tak kalah penting yakni menawarkan keamanan kepada nasabah pengguna e-banking. Mengingat begitu besarnya nilai transaksi yang terjadi di e-banking, e-banking sangat menarik minat orang-orang yang tidak bertanggung jawab, khususnya para h4ck3r di dunia maya, untuk mengambil keuntungan. Untuk itu,pemberian proteksi terhadap nasabah pengguna e-banking mutlak diperlukan. Perlindungan ini juga merupakan serpihan dari administrasi risiko bank dalam melaksanakan acara e-banking.





Risiko yang kemungkinan dialami para pengguna e-banking antara lain, pencurian data finansial dari database bank yang kemungkinan kurang terisolasi, nasabah mendapatkan informasi yang tidak terperinci atau bahkan tidak akurat melalui internet dan juga yang terkadang menyebalkan adanya pencurian identitas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Untunglah untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut, semenjak 2007 BI memberlakukan regulasi penerapan administrasi risiko dalam penggunaan teknologi informasi bagi bank umum. Sementara penerapannya wajib diadaptasi dengan tujuan kebijakan usaha, ukuran, dan kompleksitas perjuangan bank. BI juga menekankan pentingnya bank memahami tujuan pengamanan informasi dalam teknologi, yaitu confidentiality, integrity dan availability.





Pemerintah dalam hal ini BI, juga telah memberi patokan terkait prinsip pengendalian pengamanan atas acara e-banking mencakup internet banking, antara lain authentication, non-repudiation, dual control, pengendalian terhadap otorisasi dan hak akses, integritas data dan informasi serta kerahasiaan. Untuk pengendalian terhadap otorisasi dan hak akses, bank-bank  dituntut menerapkan teknologi pengaman tambahan. Misalnya bank bisa menerapkan  sistem firewall untuk pembatasan akses. Pengamanan berlapis ini, tentu saja ditambah dengan keamanan yang dipunyai oleh setiap nasabah berupa identitas pengguna (user ID) dan PIN. Ditambah lagi dengan jadwal Secure Sockets Layer (SSL) 3.0 dengan sistem pengacakan 128 bit. Pengaman tersebut oleh bank harus diadaptasi dengan standar internasional.





Sistem internet banking pun harus dilengkapi dengan session time out yang otomatis log off. Bank bisa juga yang memanfaatkan dynamic PIN sebagai alat embel-embel untuk transaksi finansial. Sistem teknologi ini menghasilkan kombinasi angka yang berubah-ubah setiap kali nasabah melaksanakan transaksi. Dengan sistem keamanan dan proteksi yang baik, diharapkan nasabah akan merasa kondusif dan damai dalam bertransaksi dengan e-banking. Namun demikian, kesalahan atau keteledoran nasabah itu sendiri. Di sinilah pentingnya kiprah bank untuk menawarkan edukasi kepada nasabahnya baik secara pribadi maupun tidak langsung.  Apalagi terkadang duduk kasus yang terjadi bukan memperdayai sistem melainkan nasabah itu sendiri.





Agar tidak terjadi kesalahpahaman, bank secara detail juga harus menjelaskan hasil verifikasi yang dilakukannya. Kalaupun bank memang salah bank harus bersikap ksatria mengakui kesalahan dan mengganti kerugian yang dialami nasabah. Namun sebaliknya kalau ternyata nasabah yang salah atau teledor, sebaiknya permasalahan itu cepat diselesaikan dengan sempurna dan cepat dengan tetap menghargai nasabah sebagai konsumen yang harus dilayani dengan baik. Hal ini untuk menghindari adanya nasabah yang mengungkapkan masalahnya dalam surat terbuka di media yang bisa mensugesti gambaran dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank itu sendiri.





Perpaduan pelayanan dan keamanan ini kalau dilakukan dengan baik, bersinergi dan akuntable, sudah niscaya bisa menjadi kekuatan yang dahsyat untuk memenangkan kompetesi antar bank di masa depan. Yang menawarkan pelayanan dan keamanan terbaik sudah niscaya itulah yang akan didatangi nasabah. Jika bank yang bisa menawarkan pelayanan prima dalam e-bankng, di masa depan sudah niscaya bank itu akan bisa bersaing.





Dibandingkan layanan e-banking lainnya, perkembangan mobile banking (m-banking) terbilang paling cepat. Perkembangan ini karena kehadiran layanan m-banking bisa menjawab kebutuhan masyarakat modern yang sangat mengedepankan mobilitas. Dengan satu sentuhan, m-banking membuat kemudahan layanan perbankan dalam satu genggaman.





Hasil survei forum riset keuangan internasional mengungkapkan, 35% dari seluruh kegiatan online yang dilakukan di setiap rumah di seluruh dunia akan beralih ke layanan m-banking. Diprediksi, nilai transaksi m-banking akan naik dua kali lipat per tahun. Selanjutnya akan meningkat menjadi empat kali lipat sesudah 2011. Di Indonesia, dalam lima tahun terakhir pemakaian mobile banking oleh nasabah perbankan meningkat signifikan dengan rata-rata peningkatan 135,3% per tahun. Pada tahun 2003 pengguna mobile banking gres sekitar 315 ribu orang, namun empat tahun kemudian (2007) sudah menjadi 8,2 juta orang. Dan pada 2008 diperkirakan meningkat hingga 50% menjadi sekitar 12,32 juta orang. Saat ini hampir seluruh bank sudah mengaplikasikan layanan m-banking. Dengan makin populernya transaksi finansial/perbankan via ponsel (m-banking) maka impian pemerintah untuk mengurangi penggunaan uang tunai (less cash society) tidak usang lagi akan sanggup diwujudkan.





Kenapa nasabah perbankan menyukai layanan transaksi m-banking? Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia yang dimuat dalam “Studi Pasar & Perilaku Nasabah Mobile Banking 2008/2008” setidaknya terdapat 3 alasan utama nasabah perbankan membutuhkan layanan m-banking, yaitu






  1. Praktis alasannya yakni tidak perlu tiba ke bank/ATM (46,5%),

  2. Transaksi menjadi lebih cepat (32,7%), dan

  3. Mempermudah untuk cek saldo melalui HP (17,8%).





Dengan kata lain, perkembangan mobile banking di Indonesia sedemikian cepat tak lain alasannya yakni layanan m-banking bisa menawarkan keleluasaan dan kepraktisan/kemudahan transaksi keuangan dalam hal cek saldo, pembayaran tagihan, transfer uang, maupun layanan keuangan lainnya dalam satu “sentuhan jari”. Cukup pencet PIN dari ponsel, maka transaksi bisa dijalankan dari mana saja sejauh jaringan connected. Selain itu, layanan m-banking relatif kondusif alasannya yakni menggunakan sistem pengamanan berlapis, yakni dari provider telekomunikasi seluler, serta dari jaringan sistem perbankan yang bersangkutan. Sehingga nasabah tidak perlu merasa khawatir dalam penggunaannya.





Itulah beberapa faktor yang menimbulkan layanan m-banking begitu cepat berkembang, menyaingi layanan e-banking lainnya, serta akan menjadi layanan alternatif perbankan di masa depan.





Pengertian e-Banking





Internet banking yakni pemanfaatan tekhnologi internet, sebagai media untuk melaksanakan transaksi yang bekerjasama dengan transaksi perbankan. Kegiatan ini menggunakan jaringan internet, sebagai mediator atau penghubung antara nasabah bank dan pihak bank. Selain itu, bentuk trasaksi yang dilakukan pun bersifat maya, atau tanpa memerlukan proses tatap muka antara nasabah dan petugas bank yang bersangkutan.
E-banking sanggup di definisikan sebagai jasa dan produk bank secara pribadi kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking mencakup sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melaksanakan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah sanggup mengakses e-banking melalui piranti pandai elektronis menyerupai komputer/PC, laptop, PDA, ATM, atau telefon.





Marilah kita pelajari satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut :






  • Internet Banking,





Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melaksanakan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang sanggup dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini yakni kenyamanan bertransaksi dengan tampilan sajian dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.





Cara Mendapatkan E-Banking





Anda yang telag mempunyai rekening Tabungan atau Giro sanggup mengajukan layanan E-Banking, yang meliputi internet banking, mobile banking, phone banking dan sms banking.Anda sanggup melaksanakan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) melalui komputer yang terhubung dengan jaringan internet bank.





Jenis Transaksi :






  • Transfer dana

  • Informasi saldo, mutasi rekening, informasi

  • Nilai tukar

  • Pembayaran tagihan (misal: kartu kredit, telepon, handphone, listrik)

  • Pembelian (misal: pulsa isi ulang, tiket, pesawat, saham)





Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Internet Banking






  • Jangan pernah memberitahukan User ID dan PIN (Personal Identification Number) Anda kepada orang lain, termasuk kepada petugas dan karyawan Bank

  • Jangan meminjamkan KeyToken pengaman transaksi Anda kepada orang lain

  • Jangan mencatat User ID Anda di kawasan yang gampang diketahui orang lain

  • Gunakan User ID dan PIN Anda secara hatihati semoga tidak terlihat dan diketahui oleh orang lain

  • Pastikan Anda mengakses alamat situs bank dengan benar. Pahami dengan baik situs bank Anda






  • SMS/m-Banking,





Saluran ini intinya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang sanggup dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya intinya sanggup pula dilakukan, namun tergantung pada kanal yang sanggup diberikan bank. Saluran ini sebetulnya termasuk mudah namun dalam prakteknya agak merepotkan alasannya yakni nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melaksanakan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan kanal banking sajian – Sim Tool Kit (STK) pada simcardnya.





Jenis Transaksi :






  • Transfer dana

  • Informasi saldo, mutasi rekening

  • Pembayaran (kartu kredit)

  • Pembelian (pulsa isi ulang)





Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi SMS Banking






  •  Jangan memberitahukan isyarat akses/nomor pribadi SMS Banking Anda kepada orang lain

  • Jangan mencatat dan menyimpan isyarat akses/nomor pribadi SMS BankingAnda ditempat yang gampang diketahui oleh orang lain.

  • Setiap kali melaksanakan transaksi melalui SMS Banking, tunggulah beberapa ketika hingga Anda mendapatkan response balik atas transaksi tersebut.

  • Untuk setiap transaksi, Anda akan mendapatkan pesan notifikasi atas transaksi berupa SMS yang akan tersimpan di dalam inbox.






  • Phone Banking,





Ini yakni saluran yang memungkinkan nasabah untuk melaksanakan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor kanal khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih mudah ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, alasannya yakni cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melaksanakan aneka macam transaksi, termasuk transfer ke bank lain.





Jenis Transaksi






  • Transfer dana

  • Informasi saldo, mutasi rekening

  • Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon,

  • handphone, listrik, asuransi)

  • Pembelian (pulsa isi ulang)Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Phone Banking

  • Anda wajib mengamankan PIN Phone Banking

  • Anda bebas untuk membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera lakukan penggantian PIN.





ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri,





Ini yakni saluran e-Banking paling terkenal yang kita kenal. Setiap kita niscaya mempunyai kartu ATM dan menggunakan akomodasi ATM. Fitur tradisional ATM yakni untuk mengetahui informasi saldo dan melaksanakan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melaksanakan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM sanggup pula dipakai untuk berbelanja di kawasan perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang sanggup mendapatkan setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, alasannya yakni ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.





JENIS-JENIS TEKNOLOGI E-BANKINGAdapun jenis-jenis teknologi E-Banking antara lain sebagai berikut:






  1. Automated Teller Machine (ATM) : Terminal elektronik yang disediakan forum keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melaksanakan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melaksanakan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana. 

  2. Computer Banking : Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke sentra data bank, untuk melaksanakan beberapa layanan perbankan, mendapatkan dan membayar tagihan, dan lain-lain. 

  3. Debit (or check) Card : Kartu yang dipakai pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang pribadi didebet (diambil) dari rekening banknya.

  4. Direct Deposit : Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya honor atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer pribadi ke setiap rekening nasabah. 

  5. Direct Payment (also electronic bill payment) : Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment. 

  6. Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP) : Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, contohnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut. 

  7. Electronic Check Conversion : Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik semoga bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut. 

  8. Electronic Fund Transfer (EFT) : Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik. 

  9. Payroll Card : Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik. 

  10. Preauthorized Debit ( automatic bill payment ) : Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom) 

  11. Prepaid Card : Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu. 

  12. Smart Card : Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melaksanakan perhitungan, atau melaksanakan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa dipakai pada sistem terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks). 

  13. Stored-Value Card : Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan peserta (acceptor) kartu yakni perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut memperlihatkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum dipakai secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card sanggup dipakai pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, contohnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.





Keuntungan Electronic Banking





Mudah






  1. Dapat dipakai kapan saja dan di mana saja.

  2. Hanya dengan menggunakan perintah melalui komputer dan/atau alat komunikasi yang Anda gunakan, sanggup pribadi melaksanakan transaksiperbankan tanpa harus tiba ke kantor bank atau ke ATM (kecuali untuk ambil uang tunai).





Aman






  1. Electronic Baning dilengkapi dengan security user ID dan PIN untuk menjamin keamanan atas transaksi yang Anda lakukan.

  2. Beberapa bank juga menggunakan KeyToken alat embel-embel untuk mengamankan transaksi finansial, seperti Internet Banking. Dengan demikian, transaksi Anda semakin aman. 

  3. SMS Banking dilengkapi dengan sistem proteksi dengan menggunakan isyarat akses/nomor pribadi yang Anda pilih sendiri dan nomor ponsel yang Anda daftarkan.





Keterhubungan





Saat ini sebagian besar layanan perbankan elektronik terkait pribadi dengan rekening bank. Jenis perbankan elektronik yang tidak terkait rekening biasanya berbentuk nilai moneter yang tersimpan dalam basis data atau dalam sebuah kartu (cip dalam kartu pintar). Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, aneka macam jenis perbankan elektronik semakin sulit dibedakan alasannya yakni fungsi dan fiturnya cenderung terintegrasi atau mengalami konvergensi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin mempunyai “magnetic strip” yang memungkinkan transaksi terkait dengan rekening bank, dan juga mempunyai nilai moneter yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor.





Kelebihan dan Kekurangan :





Internet Banking:


Jika kanal internet yang Anda gunakan lebih murah sebaiknya gunakan saja internet banking, namun untuk acara finansial kita harus lebih hati-hati. Karena rentan terhadap cracking dan aneka macam duduk kasus lainnya, menyerupai terputusnya anutan listrik, atau gagal koneksi. Pastikan Anda mengakses alamat ibankAnda melalui alamat yang benar dan diawali dengan https bukan http, gunakan virtual keyboard untuk menghindari keylog, dan pasang antispyware di PC/Laptop Anda.


Kelebihan lainnya, pembayaran sanggup dilakukan secara terencana dan gampang tentunya.





Flow Chart Produk Perbankan Berbasis Teknologi


Beberapa gambar di bawah ini yakni beberapa pola dari flow chart produk perbankan berbasis teknologi, diantaranya :





1. Flow Chart Automated Teller Machine (ATM)





Roda kehidupan terus menggelinding lengkap dengan perubahan di segala lini √ Pengertian dan Perkembangan E-Banking (Elektronik Banking) di Indonesia




Flowchart dengan cara Manual





Roda kehidupan terus menggelinding lengkap dengan perubahan di segala lini √ Pengertian dan Perkembangan E-Banking (Elektronik Banking) di Indonesia




2. Online Banking





Roda kehidupan terus menggelinding lengkap dengan perubahan di segala lini √ Pengertian dan Perkembangan E-Banking (Elektronik Banking) di Indonesia




3. Mobile Banking





Swing dan mobile bankingSalah satu aplikasi dari Twister, X · SMS Banking, izin aplikasi keuangan yang akan dipanggil oleh ponsel GSM menggunakan Short Message Service (SMS). Dengan X · SMS Banking, nasabah sanggup melaksanakan operasi menyerupai menyidik rekening mereka atau melaksanakan perintah transfer dengan ponsel. Juga, ponsel sanggup dipakai sedemikian lintas saluran aplikasi sebagai perangkat untuk menawarkan tanda tangan digital untuk PC berbasis transaksi Internet. BROKAT memperlihatkan solusi gres ini di CEBIT ’98 Jerman adil dengan sukses besar.Diagram ini memperlihatkan bagaimana X · SMS Banking bekerja:





Roda kehidupan terus menggelinding lengkap dengan perubahan di segala lini √ Pengertian dan Perkembangan E-Banking (Elektronik Banking) di Indonesia




 











Transaksi dengan nomorOperasi ditunjukkan dalam diagram bekerja sebagai berikut:Pertama, pesan – contohnya perbankan-transaksi – dikirim ke pengguna.Telepon berdering, dan sebuah pesan singkat gres (SM) muncul di layar. Pengguna menyidik konten transaksi dan digital menandatangani isi pesan dengan menggunakan kunci pribadi disimpan pada kartu telepon khusus. (Kartu telepon Sebuah bekerja lebih menyerupai smartcard standar yang umum digunakan, tetapi mempunyai satu laba lebih dari smartcard: Ini nirkabel, sehingga pengguna tidak memerlukan perangkat keras pembaca PC dan atau.)Sekarang pesan yang sama plus tanda tangan dikirim ke Short Message Service Center (SMSC), diteruskan ke X · SMS-Gateway, diterjemahkan, dan dikirim ke Twister. Twister yakni suatu integrator yang fleksibel dan kuat itu memungkinkan steker ke dalam semua transaksi yang ada kemungkinan back-end infrastruktur (bank dan perusahaan asuransi, misalnya.). Makara mereka sanggup dipakai dengan non-repudiation, semua pesan disimpan dalam sistem administrasi database. Media penyimpanan lainnya mungkin termasuk pita, CD-penulis, dan sebagainya.Inilah yang disimpan:Pesan: Sebagai contoh, ‘perintah = Orde = biaya apa Book = 500.00USD’.Tanda tangan: Misalnya, ‘A02F3C54 …’Sertifikat, kalau tidak ditempatkan di CA.Sebuah cap waktu, menyerupai ’98-04-01 8:15.01.Beberapa informasi tambahan




4. Credit Card Processing





Roda kehidupan terus menggelinding lengkap dengan perubahan di segala lini √ Pengertian dan Perkembangan E-Banking (Elektronik Banking) di Indonesia


Sumber https://idtesis.com

Saturday, January 20, 2018

√ Niagahoster : Beli Domain Murah Berkualitas

Domain Murah Berkualitas> Saat ini untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan. Kamu bisa memakai blogger sebagai platform membuat website kamu. Selain gratis blogger juga sudah terbukti bisa membuat website dengan aneka macam fitur dengan tampilan web yang keren. Saat ini untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan √ Niagahoster : Beli Domain Murah Berkualitas


Walapun begitu tetap saja ada beberapa hal yang membuat orang tidak mau memakai blogger, salah satunya iyalah alamat blog akan menjafi panjang. Jika kau memakai blogger sebagai platform ngeblog kamu, kau akan mendapat alamat url yang panjang. alasannya yaitu di belakang url yang kau pilih akan di tambahkan subdomain blogspot.


Contoh: https://lapaklama.blogspot.com

Tentu saja hal ini membuat blog kita terlihat tidak profesional.


Namun untung saja kau bisa memodifimasi/menghapus nama subdomain blogspot dan menggantinya menjadi. com langsung.


Untuk mengganti alamat url blog eksklusif .com, kita memerlukan sebuah domain dan domain tersebut bisa kau dapatkan dengan cara menyewa di salah satu penyedia domain indonesia.


admin mempunyai satu rekomendasi penyedia domain indonesia yang murah dan berkualitas. Yaitu Niagahoster.


Kenapa Harus Di Niagahoster?


Karena hanya di niagahosterlah kau bisa mempunyai domain sesuai yang kau inginkan dengan harga yang murah.


Niagahoster menyediakan berbagaimacam ekstensi domain yang bisa kau pilih, dengan syarat dan ketentuan membeli domain. untuk lebih jelasnya silahkan lihat ekstensi domain yang bisa kau beli di niagahoster dibwah ini.


Ekstensi Domain Murah Meriah


Sebelum kau membeli domain, Lapak usang mempunyai beberapa tips menentukan nama domain.


Pilih dari Nama Domain Terpopuler Saat Ini


Domain Internasional


























.com


Nama domain komersial

terpopuler di dunia.

Register

.net


Nama domain untuk networking,

website, sampai aplikasi.

Register

.id


Top level domain Indonesia untuk

personal dan institusi.

Register

.co.id


Nama domain untuk perusahaan

berbentuk CV / PT di Indonesia.

Register

.web.id


Nama domain untuk personal

pemegang KTP Indonesia.

Register



Tips Memilih Nama Domain



  1. Pilih nama domain dengan satu kata atau dua kata, Tujuan mempunyai domain hanya 1 atau 2 kata yaitu supaya pembaca blog bisa dengan gampang menghafal domain blog kamu.

  2. Jangan gunakan angka atau tanda terhubung di dalam nama domain blog anda. Domain yang memakai abjad angka atau tanda penghubung akan terlihat tidak profesional serta sulit di ingat. Contoh nama domain yang jangan kau gunakan 
    Lapak-lama.com, Lapaklama69.com
    Contoh nama domain yang boleh kau gunakan 
    Lapaklama.com

  3. Gunakan nama domain yang unik. Selain nama domain harus pendek, Nama domain juga harus unik. Semakin unik nama domain blog kau akan semakin besar peluang orang yang membaca nama domain kau mengunjunginya kembali di lain hari.

  4. Pilih layanan yang cocok untuk membeli domain. Jangan sembarangan dalam menentukan daerah menyewa domain. Karena apabila kau salah menentukan daerah membeli domain, dalam jangka panjang akan berakibat burul untuk website kamu. percayakan nama domain kau hanya pada Niagahoster.


Apasih Domain Itu Gan..? Kok segitu pentingnya untuk blog.!


Pengertian Domain


Setiap komputer yang terhubung dalam suatu jaringan mempunyai sebuah IP Address semoga sanggup dikenali satu sama lain. Hanya saja, IP Address ini terdiri dari formasi angka-angka yang relatif sulit diingat. Oleh alasannya yaitu itu, diciptakanlah DNS (Domain Name System) supaya penyebutannya lebih mudah. Untuk pengunjung bisa mengakses website tanpa perlu lagi menuliskan IP Address. Cukup masukkan nama domain, contohnya www.lapaklama.com, dan website akan muncul di hadapan Anda dalam sekejap. Nama domain ini sifatnya unik. Artinya, nama domain yang telah Anda daftarkan tidak sanggup didaftarkan oleh orang lain.


Tutorial Membeli Domain Murah Berkualitas di Niagahoster


Buat kau yang ingin membeli Domain Murah Berkualitas di niagahoster, Silahkan ikuti tutorial dibawah ini.


#Langkah 1: Buka halaman web niagahoster di www.niagahoster.co.id


#Langkah 2: Ketikan nama domain yang kau inginkan di kolom pencarian domain. Jika muncul tampilan ibarat ini. itu artinya domain sudah di gunakan orang lain. Saat ini untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan √ Niagahoster : Beli Domain Murah Berkualitas namun kalau muncul tampilan halaman ibarat gambar dibawah ini. artinya domain bisa kau gunakan. Saat ini untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan √ Niagahoster : Beli Domain Murah Berkualitas


#Langkah 3: Kemudian klik tombol Tambah Ke Cart


#Langkah 4: Kamau akan di arahkan ke halaman keranjang. klik tombol Selanjutnya.


#Langkah 5: Dihalaman selanjutnya, kau akan di beri rekomendasi hosting. Silahkan klik tombol Order Tanpa Hosting kalau kau hanya ingin membeli domain.


#Langkah 6: Jika kau sudah mempunyai akun di niagahoster, Silahkan login memakai akun yang kau miliki. Namun kalau kau belum mempunyai akun, Silahkan klik tombol Daftar Akun Saat ini untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan √ Niagahoster : Beli Domain Murah Berkualitas kemudian isi formulir registrasi yang di butuhkan. Seperti.



  • Email

  • Password

  • Nama Perusahaan

  • Nama Lengkap

  • Alamat Tinggal

  • kota Tempat Tinggal

  • Kode Pos

  • dan Nomor Telepon


Setelah itu pilih jenis pembayaran yang kau inginkam. Tersedia aneka macam macam pilihan pembayaran seperti:



  1. Transfer Bank Via BCA, BRI, BNI, Mandiri

  2. Paypal (Ada Biaya Admin)

  3. Gerai Indomart

  4. Ataupun Gerai Alfamart.

  5. dan Berbagai Macam Kartu Kredit. Saat ini untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan √ Niagahoster : Beli Domain Murah Berkualitas


Jika kau order pada hari-hari tertentu ibarat hari raya, tahun baru, ulang tahun niagahoster, dan ulang tahun indonesia. kau bisa mendapat arahan promo atau diskon, masukan arahan tersebut pada kolom Kode Promo.


#Langkah 7: Klik tombol Checkout Sekarang.


#Langkah 8: Setelah mamu melaksanakan pembayaran jangan lupa juga untuk melaksanakan Konfirmasi Pembayaran. Saat ini untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan √ Niagahoster : Beli Domain Murah Berkualitas


Biasanya pihak niagahoster membutuhka waktu 1×24 untuk mengaktifkan domain yang gres saja kau beli.


Sekian gosip kali ini. Jika ada pertanyaan-pertanyaan, Silahkan berkomentar dibawah. Terimakasih Telah Membaca Artikel Domain Murah Berkualitas



Sumber aciknadzirah.blogspot.com