Random post

Thursday, January 31, 2019

√ Pengangguran Lulusan Kimia!


hahaha…. hahaha…. 




Aku selalu ingin tertawa melihat goresan pena diatas. Iya yang saya jadikan judul, oleh sebab saya galau mau tulis apa. Sama bingungnya saya ketika ada yang nanyain kerja apa sekarang? atau apa kesibukannya? Seolah-olah saya enggak pernah nanyakan itu ke orang lain. Aku masih enggak mau berfikir ini eksekusi alam sebab dulu saya suka tanya-tanya orang wacana kerja apa, atau kenapa belum kerja. 




Setelah lulus ini seharusnya saya sudah punya SKL(Surat Keterangan Lulus) tapi belum saya ambil di fakultas, juga seharusnya saya sanggup urus wisuda tapi belum sanggup saya lengkapi berkasnya. Sehingga saya masih ‘terjebak’ di sekitar universitas tanpa kesibukan berarti selain mengurus dokumen persyaratan wisuda. Aku ‘terjebak’ dalam waktu yang lama, sehingga saya harus berfikir untuk sanggup mencari pekerjaan. Beberapa kali saya ejekan goresan pena berjudul CV ke beberapa email perusahaan online untuk sanggup mengisi artikel dan menciptakan desain sebab saya hanya mempunyai dua skill itu. Aku hanya ingin bekerja freelance yang tidak terikat waktu sebab hanya ingin mengisi waktu luangku. Ada sebuah website yang mengatakan pekerjaan freelance di bidang desain grafis dan penulisan artikel, namun sayangnya saya tidak sanggup menggunakannya dengan maksimal, ada kendala, harus memilki kartu kredit!




Tak lama, temanku menceritakan kerja freelance-nya yaitu penerjemah, dan katanya bossnya (anggap aja begitu) memerlukan tenaga tambahan. Aku bergotong-royong gres tahu kalau jasa penerjemah masih laris di masa-masa kini ini, maksudku sesudah  google translate ada, dan banyak sekali software penerjemahan ada. Ternyata pasar penerjemahan masil tidak mengecewakan rame, dan saya pribadi tertarik daftar menjadi penerjemah. Sejujurnya kenapa saya mau kerja bukan sebab uang, oleh sebab kalau duduk perkara uang ibukku masih aja suka kirimin saya uang banyak.. Hahaha… Tapi saya tertarik kerjaannya, terjemah itu melibatkan acara membaca dan menulis, dan keduanya ialah skill yang ingin kulatih. 




Berkaca lagi pada sejarah, ilmuwan islam masa kemudian banyak yang merupakan penerjemah handal, penguasaan dua bahasa atau lebih merupakan hal yang biasa bagi mereka. Ibnu khaldun seorang ilmuwan muslim yang sangat terkenal dikala itu merupakan ketua penerjemah kekhalifahan(kerajaan), ia membawahi beberapa tim penerjemah sekaligus merupakan seorang pustakawan kerajaan. Dan dari catatan sejarah pula saya tahu kalau Revolusi pengetahuan dalam dunia islam itu diawali dengan penerjemahan buku-buku dari yunani, cina dan banyak sekali negara maju lainnya. 






Oke,. Aku benar-benar tidak ada tujuan menyamakan antara Aku dengan Ibnu Khaldun yang mentereng namanya itu. Hanya saja saya mencoba memunculkan motivasi bahwa Ibnu Khaldun sanggup menguasai banyak sekali ilmu pengetahuan ‘mungkin saja’ sebab ia melaksanakan penerjemahan. Ketika menerjemahkan suatu teks, maka kita sudah niscaya membacanya, kemudian memahaminya dan kemudian menuliskannya ulang biar gampang difahami oleh orang lain. Aku rasa itu asal-usul keilmuan para pendahulu muslim yang bermacam-macam dan tinggi derajatnya.




Ketika saya memulai pekerjaan sebagai penerjemah freelance, maka dengan terperinci terasa ujian bagiku untuk memahami bidang-bidang lain. Di awal pekerjaan saya mendapat judul-judul di bidang kebidanan dengan beberapa istilahnya yang sesudah usang gres saya pahami, setelahnya muncul bahasan psikologi kedewasaan, menyusul lagi bidang hukum, dan beberapa judul lagi. Dan yang kurang ajarnya saya belum sanggup satupun bidang sains yang menjadi mayorku di kuliah.




Aku rasa saya bakalan tetap melaksanakan kerjaan penerjemahan, walaupun sudah mempunyai karir profesional nanti. Iya beberapa waktu kemudian dosenku mengatakan kerjaan padaku 




“Fuzh, ada anjuran kerja quality control gas lpg di Gresik, kau mau?” itu sms yang dilayangkan dosenku padaku.


“Emm… mau sihh pak kalau saya, tapi ortu saya suruh saya lanjut S2.. Saya sendiri sihh kalau kuliah maunya ke Luar(negeri), kalau gak gitu mending kerja.. saya jadi galau pak.. Tawarannya itu gimana yah pak? persyaratannya apa?” balasku




Aku sihh emang udah bersahabat banget ama dosenku. Kalian sanggup lihat betapa percakapan kami menyerupai sobat kecuali di potongan saya memanggilnya dengan sapaan sopan “pak”. Beliau yakni dosen muda(mungkin paling muda di jurusan), sehingga sanggup dengan gampang bersahabat dengan mahasiswa, disamping itu, perhatiannya pada mahasiswa patut diacungi jempol(jempol kanan apa kiri yak?). Aku menunggu akhir smsnya mengenai persyaratan. Tak berrbalas.




Kemudian ketemu lagi saya dengan dosenku itu di sosial media Facebook, dia sedang onlen. “Langsung saja saya ketikkan pertanyaan “assalam.wr.wb. Pak persyaratan lowongannya itu apa ya? dan kapan tesnya?”




Setelah beberapa jam barulah berbalas chatingku itu,


“syaratnya pengangguran dari jurusan kimia


lewat jalur personal ini”




Jawaban itu pribadi membuatku tertawa, dosenku itu emang kadang suka ngeledekin aku. Tapi dibalik itu semua ia terperinci sangat perhatian dan lagi kadang itu jadi motivasiku. Aku balas pesan itu pribadi sesudah saya berdiskusi dengan kedua orang tuaku. Dan akhirnya terketiklah jawaban 




“Ya pak oke.. saya ambil kesempatannya. Orang renta saya sudah mengijinkan. jadi kapan saya mulai bekerja?”




“Bentar saya kontak orangnya dulu, mudah2han nggak keselip orang lain” balasnya


“Amin… Semoga pak.. oh semoga :)” jawabku cepat.




Kalau kalian baca postingan ini boleh kalian ikutan berdoa. Oleh sebab hingga kini saya belum terima kabarnya. Mudah-mudahan saya sanggup terus belajar, bukan hanya perkara kimia, tapi juga berguru kehidupan.







Sumber https://mystupidtheory.com