Kesibukanku kini ini masih menyerupai dulu, belajar. Aku sedang mencar ilmu bagaimana mengajar belum dewasa kecil, SD dan SMP. Selama menunggu deadline beasiswa, saya mengajar les private dan mengajar di forum milik teman.Sudah terlalu usang saya menjadi penikmat pendidikan, kini ketika yang sempurna kurasa untuk menyebarkan pendidikan.
Jika kalian tak bisa memekarkan bunganya,
|
Jujur saja saya mungkin termasuk yang tidak terlalu mengerti bagaimana mendidik anak kecil. Tapi namanya juga mencar ilmu ya terima saja jikalau sanggup giliran mengajar anak kecil. Kelemahanku yang sudah terperinci ialah kurang sabar, kurang maklum dan kurang ajar. Kurang sabar jikalau ada murid yang lambat daya serapnya, kurang maklum dengan kebihan dan kekurangan siswa, dan kurang latih alasannya yaitu suka menyiksa siswa. Tapi percayalah itu cuma iseng belaka.
Oh ya satu lagi mungkin saja satu kekurangan lagi, yaitu kurang meyakinkan jikalau menjelaskan. Pernah sekali saya menjelaskan ihwal perubahan satuan volume, yaitu dari meter kubik ke liter. Aku mencoba menjelaskan bahwa 1dm kubik = 1 Liter. Bayangkan sambutan apa yang saya dapat!
“Betul kah itu kak? Ahh… Kakak Sotoy”
“Grrr”
Mendengar komentar yang polos dan kurang latih begitu saya rasanya panas. Ingin sekali saya jawab dengan sombong bahwasannya perubahan satuan Liter ke meter kubik, hektar ke meter kuadrat, dan cc ke ml itu semua sudah saya kuasai ketika saya duduk di kelas tiga SD! Tiga SD! jauh sebelum kelas enam!
Tapi saya nggak mampu, saya masih khawatir jikalau saya membentak dan meninggikan suaraku maka mereka akan takut. Aku masih khawatir jikalau belum dewasa kencur ini jadi benci matematika alasannya yaitu saya bentak. Dengan melaksanakan bentakan dan berlaku galak atau jahat maka akan menciptakan mereka menilai momok mata pelajaran yang diajarkan menjadi pelajaran yang tidak menyenangkan, dan ini akan kuat pada kemampuan anak menyerap pelajaran selamanya.
Aku nggak mau jikalau belum dewasa didik itu mencicipi bahwasannya matematika itu mengerikan hanya alasannya yaitu saya sebagai guru suka membentak-bentak. Aku maunya mereka memahami matematika itu menyenangkan, memperlihatkan pengetahuan dan manfaat dalam kehidupan nyata.
Aku harus lebih banyak maklum pada anak yang kemampuan memahami materinya sangat lamban dan kemampuan bercelotehnya luar biasa cepat. Harus lebih maklum pada anak yang selalu menunggu klarifikasi kedua. Belajar untuk memahami bagaimana jalan pikiran mereka yang bahu-membahu saya juga gak yakin bahwasannya mereka mikir apa enggak.
Aku juga harus mencar ilmu mengurangi perilaku kurang ajarku dengan seenaknya memperlihatkan soal yang terkadang berat di cerna otak kecil mereka. Belajar memperlihatkan klarifikasi yang jauh lebih manusiawi, tidak menyerupai menghadapi komputer yang sudah niscaya kemampuan dan daya serapnya sama, kali ini beda harus banyak memodifikasi metode dan program.
Ahh.. entahlah, cuma mau isi blog. biar kalian bingung, mungkin itu tujuanku.
Sumber https://mystupidtheory.com