Agaknya jagad twitter sedang diramaikan oleh banyak sekali tweet dengan hastag #RIPhukumIndonesia. Sebagai orang yang sedang tidak berada di Indonesia saya tidak mencicipi ‘keseruan’ banyak sekali kasus di sana. Disini hanya melihat dari sosial media, seolah olah indera pendengaran mendengar banyak sekali teriakan, makian dan keributan sementara mata masih melihat orang antre dengan rapi di minimarket. Bagitulah serunya jagad dunia maya Indonesia yang kalau semua perdebatan di dalamnya didokumentasikan, mungkin kita akan jadi negara dengan jumlah penulis terbanyak di dunia. Oh ya, maksudku penulis komentar.
Masih ingatkah dengan kasus seorang nenek yang ditutut eksekusi penjara 2 tahun alasannya mencuri pepaya? Sementara dia mengambilnya alasannya kelaparan. Di lain sisi ada berapa banyak kasus korupsi yang berakhir tak jelas? Atau terpidana korupsi yang kenyataanya bebas berkeliaran dari sel tahanannya?
Agaknya aturan di Indonesia ini memang dikendalikan oleh sesuatu yang entah dimana pangkalnya. Kali ini yang menjadi korbannya yakni sosok seorang pemimpin yang pertama kali tampil dan menarik perhatian publik dengan ketegasannya. Prestasi dan kerja kerasanya selama bertahun-tahun harus berakhir di tangan hukum.
Dari rangkaian prestasinya yang diraih sepuluh tahun terakhir, 2 tahun penjara menjadi imbalannya. Adakah dari kita yang tak duka kalau melihat seseorang yang dibui alasannya sudah bersusah payah, bekerja keras berusaha mewujudkan sebuah harapan yang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk bangsa ini, untuk Indonesia.
Beliau ini kiranya satu dari sedikit sekali pemimpin yang mau menyisihkan waktunya untuk pemuda. Tak ada habisnya ide yang dia tebarkan untuk cowok Indonesia dengan senantiasa meyakinkan bahwa Indonesia pun bisa! Masih ingat kata-kata Bung Karno “Beri saya 10 cowok akan kuguncangkan dunia”, pun banyak pemimpin dunia yang menekankan betapa pentingnya tugas cowok dalam pembangunan. Dan dia yakni seorang sosok pemimpin yang akan sangat jarang kita jumpai, pemimpin yang sadar dan mengedepankan peranan cowok dalam pembangunan bangsa.
Seorang pemimpin yang benar-benar muncul dari rakyat. Agaknya susah sekali mencari cacian dari rakyat kepada beliau. Tak ada habisnya kebanggaan pada dia semenjak menduduki jabatan-jabatan pentingnya. Tapi sekali lagi, hukum dan keadilan di Indonesia agaknya tidak berpihak kepada rakyat. Seperti yang saya bilang sebelumnya, entah kemana pusatnya bermuara.
Aku masih agak galau bagaimana cara berfikirnya? apa rumusan masalah, pembahasan dan diskusinya sehingga 2 tahun penjara dan denda 100 juta itu menjadi kesimpulannya pada pengadilan 21 April yang lalu? Agaknya memang Abah Dahlan Iskan sudah dituding dengan banyak sekali kasus semenjak 2014, banyak sekali cara untuk menjegal kepemimpinan dia telah dilakukan, mulai dari tuduhan korupsi gardu listrik, pembuatan kendaraan beroda empat listrik, dan bermacam-macam kasus aturan yang menjeratnya. Dan menyerupai kata banyak motivator keberhasilan yakni milik mereka yang tak menyerah, kali ini pihak-pihak yang menginginkan Abah masuk penjara agaknya lebih keras kepala, dan berhasil.
Abah Dahlan Iskan harus meringsek ke penjara dengan tudingan kasus korupsi pelepasan aset BUMD yang terjadi pada tahun 2003. Agaknya nggak berlebihan kalau saya bilang ini mengada-ada, selain dia memang sudah disandung dengan banyak sekali kasus aturan yang tak terperinci usungannya, pada sidang terakhir ini saksi kuncinya tidak dihadirkan ke persidangan dan yang lebih kolot lagi angka korupsi yang ditetapkan yakni 11M, jauh lebih kecil dari jumlah harta Dahlan Iskan yang dijaminkan ke BNI untuk membangun PT PWU yang sakit pada 2003 silam.
Baca Curhatan Beliau Disini
Jika kalian punya cukup waktu cobalah untuk mencari tahu rakyat mana yang tak suka kepada seorang Dahlan Iskan. Dari semua isu perihal Dahlan Iskan yang ada di portal-portal online yang terpercaya (kadang2 :P), kemudian lihat di bab bawah komentar masyarakat perihal beliau. Akan sangat sulit sekali menemukan komentar jelek perihal dia di media manapun. Kaprikornus aturan negeri ini terperinci sekali sedang tidak ada di tangan rakyat. Rakyat tak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan seorang pengabdi menyerupai Dahlan Iskan.
Satu harapan sebagai cowok Indonesia, agar Abah Dahlan Iskan tak frustasi dalam berkarya untuk negeri. Kalaupun Abah pada balasannya akan redup dan tidak lagi berkiprah di politik, agaknya kami juga tak akan menyalahkan, sudah terlalu banyak yang Abah lalui. Bagaimanapun juga Abah telah berhasil menyulut api semangat untuk para cowok Indonesia, walau tak banyak yang dapat kami lakukan untuk Abah Dahlan Iskan.
Sory kalau ada yang berbeda perspektif perihal goresan pena ini, agaknya kali ini mindsetku bukan sebagai pelajar melainkan sebagai blogger yang hobi mengendarai popularitas hastag #RIPhukumIndonesia.
Sumber https://mystupidtheory.com