Random post

Wednesday, June 13, 2018

√ Pengertian Majas Penegasan, Jenis, Contohnya

Pengertian Majas Penegasan, Jenis, & Contohnya – Majas ialah pemanfaatan gaya bahasa untuk memperoleh nuansa tertentu sehingga membuat kesan kata-kata yang lebih imajinatif. Penggunaan majas yang baik dalam membuat sebuah puisi ataupun dongeng menjadi syarat mutlak biar goresan pena yang dibawakan lebih menarik pembaca. Adapun pengelompokan jenis majas yaitu majas perbandingan, majas penegasan, majas sindirian, majas pertentangan. Pada kesmpatan kali ini, akan dibahas perihal majas penegasan. Majas penegasan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca. Terdapat tujuh jenis majas penegasan yaitu sebagai berikut ini :


1. Majas Pleonasme


Majas pleonasme ialah majas yang memakai kata-kata secara berlebihan yang mempunyai maksud sama untuk menegaskan arti suatu kata. Kata yang sudah disebutkan sudah jelas, namun tetap menambah kata-kata yang semakin memperjelas dan bahwasanya tidak diperlukan.


Contoh :


– Bapak naik ke atas genting rumah.

– Siswa-siswi masuk ke dalam kelas pagi hari.

– Semua penonton mendongak ke atas melihat atraksi terjun payung.

– Andi turun ke bawah melewati tangga.

– Ayah memajukan mobilnya ke depan biar tidak menutupi jalan.

– Supir bus menepikan busnya ke pinggir jalan.

– Bangunan monal menjulang tinggi di tanah ibukota.


2. Majas Repetisi


Majas repetisi ialah majas pengulangan kata, frasa, atau klausa dalam kalimat yang diantaranya masih terdapat kekerabatan keterkaitan satu sama lainnya.


Contoh :


– Mereka yang ku sayang, mereka yang ku cinta, mereka yang rindu.

– Dirimu yang kutunggu, dirimu yang kunanti, dirimu yang kuharap.

– Sayur lagi, sayur lagi, sayur lagi saya bosan dengan sayur.

– Dia hanya sanggup komentar salah ini, salah itu, salah semua tetapi tidak sanggup memperbaiki

– Setiap hari, setiap saat, setiap waktu, setiap detik saya hanya memikirkanmu.


3. Majas Tautologi


Majas tautologi ialah majas dengan ciri-ciri mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat. Bertujuan untuk menegaskan dengan kata-kata yangsudah diterangkan lerbih dahulua dan biasanya gunakan kata bersinonim.


Contoh :


– Jadilah anak yang berbakti, taat, patuh, dan penurut kepada kedua orang tua.

– Dalam kehidupan bermasyarakat, hendaknya hidup bersama dengan rukun, akur dan berasudara.

– Jangan pernah membatah, mengelak, menghilang pergi dari setiap masalahmu.

– Hidupku menjadi gelap gulita, galau, gundah.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


4. Majas Paralelisme


Majas paralelisme ialah majas pengulangan kata-kata, dan biasanya ada di dalam puisi. Pengulangan dilakukan dalam kata pada baris ataupun dalam kalimat.


Contoh :


– Cinta ialah kasih sayang. Cinta ialah kesetiaan. Cinta ialah pengorbanan.

– Rindu itu tak sanggup dibendung. Rindu tak sanggup ditunda. Rindu tak sanggup dimusnahkan.

– Aku mendengar. Aku melihat. Aku mencium. Aku merasakan.

– Usia bukan contoh kapan datangnya maut. Ajal sanggup menjemput, baik mereka yang bau tanah maupun muda.

– Kita semua harus senantiasa bersyukur baik dalam kesusahan dan kesenangan.


5. Majas Retorik


Majas retorik ialah majas dalam bentuk sebuah kalimat tanya tetapi bahwasanya tidak memerlukan tanggapan lagi. Karena hanya bermaksud untuk menegaskan, sindiran, atau untuk menggugah kesadaran.


– Apakah dengan malas-malasan sanggup membuat masa depanmu cerah?

– Kata siapa jodoh akan tiba dengan sendiri tanpa berusaha?

– Apakah sanggup rezeki tiba bila kau tetap malas bekerja?

– Mungkinkah sanggup kau hidup tanpa pinjaman orang lain?

– Apa karenanya jikalau masih gampang malas bekerja?

– Siapa bilang nikah itu tak perlu modal?


6. Majas Kilmaks


Majas titik puncak ialah gaya bahasa dalam kalimat yang menyatakan beberapa hal secara berurutan. Urutan yang disebutkan semakin meningkat berbentuk hierarki atau memuncak dari sederhana menjadi lebih kompleks.


Contoh :


– Acara ulang tahun Universitas dihadiri oleh mahasiswa, karyawan, dosen dan dihadiri oleh rektor.

– Lomba diselenggarakan dari tingkat kabupaten, kota, provinsi, bahkan tingkat nasional.

– Pendidikan formal dimulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Permama, Sekolah Menengah Atas hingga Perguruan Tinggi.

– Proses hidup insan berkembang biak mulai dari dalam kandungan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia.

– Penelitian arkeolog memperkirakan zaman prasejarah dimulai dari zaman batu, zaman tembaga, zaman perunggu, hingga zaman besi.

– Metamorfosis katak ialah dari telur, kecebong, katak muda, jadi katak dewasa.

– Lomba 17 Agustus diikuti banyak sekali kalangan mulai dari anak-anak, remaja, maupun orang tua.

– Rapat kawasan dihadiri oleh Ketua RT, Ketua RW, Kepala Desa dan pimpin oleh Bupati.

– Puluhan, ratusan, ribuan, hingga jutaan warga negara Indonesia tersebar dari Sabang hingga Merauke.

– Zaman watu dimulai dari zaman watu bau tanah (paleolithikum), zaman watu tengah atau madya (Mesolithikum), zaman watu muda (Neolithikum).

– Kehidupan masyarakat zaman prasejarah yaitu masa berburu meramu, masa bercocok tanam, maa perundagian.

– Proses metamorfosis kupu-kupu dari mulai telur, ulat, kepompong dan jadilah kupu-kupu nan cantik.


7. Majas Antiklimaks


Majas antiklimaks berlawanan dengan majas titik puncak majas yang menyatakan beberapa hal secara berurutan yang semakin usang semakin turun. Dari hierarki yang tinggi, menengah hingga ke yang rendah.


Contoh :


– Upacara diikuti oleh kepalas sekolah, guru, karyawan, dan semua siswa-siswi.

– Mulai dari Presiden, Para Menteri, Gubenur, Walikota, Bupati, Kepalas Desa, Ketua RW hingga Ketua RT ikut merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.

– Indonesia sebuah negara yang kini telah merdeka, yang dahulunya dijajah Jepang, dijajah Belanda, pernah dikuasai Inggris, sebelumnya dipimpin oleh karajaan-kerajaan.

– Rakyat harus arif memilih. Mulai dari presiden, gubernur, bupati, camat hingga kepala desa harus menentukan orang yang berkompeten.

– Semoga menjadi anak yang mempunyai kegunaan bagi bangsa, agama, masyarakat, keluarga dan orang bau tanah khususnya.

– Ukuran celana yang dijual lengkap dari yang terbesar 4L, XL, L, M, hingga ukuran S semua tersedia.


Sumber :

www.bahasaindonesiaku.net

http://contohmajasku.blogspot.co.id/


Baca Juga:


Pengertian dan 26 Contoh Majas Antanaklasis

Pengertian dan 30 Contoh Majas Eufimisme

Contoh Cerpen Tiga Paragraf Tentang Nasihat Kehidupan



Sumber https://ruangseni.com