Pada pertengahan bulan September Tahun 2015 Menteri PANRB, berjanji akan mengangkat seluruh honorer K2 yang jumlahnya sekitar 440.000 menjadi pegawai negeri sipil secara bertahap. Janji itu diucapkan sebagai tanggapan dari desakan para tenaga Honorer K2 yang mengadakan demo besar-besaran menuntut pemerintah memperhatikan nasib Honorer K2. Pada ketika itu Langkah itu pun diapresiasi seluruh anggota Komisi II dari lintas fraksi di dewan perwakilan rakyat RI.
Kabar itu tentu menjadi informasi senang bagi seluruh Honorer K2 yang selama ini menanti kejelasan nasibnya. Selama ini mereka bekerja selayaknya PNS namun penghasilan yang didapat jauh dari mencukupi kebutuhan hidupnya.
Namun ternyata, kesepakatan itu hanyalah janji. Pada pembahasan RAPBN tahun 2016 anggaran pengangkatan dan penggajian untuk Honorer K2 tidak dimasukan dengan alasan negara kesulitan dana. Bahkan bukan hanya pengangkatan Honorer K2 saja yang tidak masuk anggaran , anggaran pengangkatan CPNS untuk umum pun tidak ada. Dengan demikian sanggup dipastikan pada tahun 2016 tidak ada pengangkatan CPNS baik dari deretan Honorer K2 maupun dari umum.
Namun demikian Menpan-RB berjanji akan tetap memperjuangkan nasib Honorer K2 secara konsisten.
"Kami minta para sahabat tenaga honorer K2 tetap damai dan tidak terprovokasi. Pak menteri akan terus memperjuangkan nasib tenaga honorer K2, tentu dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tidak lepas dari pemberian institusi lainnya, termasuk dewan perwakilan rakyat dalam hal penganggarannya," kata juru bicara Menpan-RB, Herman Suryatman, di Jakarta, Selasa malam.
"Kami minta para sahabat tenaga honorer K2 tetap damai dan tidak terprovokasi. Pak menteri akan terus memperjuangkan nasib tenaga honorer K2, tentu dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tidak lepas dari pemberian institusi lainnya, termasuk dewan perwakilan rakyat dalam hal penganggarannya," kata juru bicara Menpan-RB, Herman Suryatman, di Jakarta, Selasa malam.
Sumber http://selalusiapbelajar.blogspot.com